RADARSEMARANG.ID - Akhir-akhir ini publik dikejutkan dengan informasi potensi Gempa Megathrust di Indonesia.
Kabar ini disampaikan secara langsung oleh Bada Meteorologi, Klimatilogi, dan Geofisika (BMKG) akan adanya potensi gempa besar hingga 8,9 magnitudo.
Gempa tersebut bisa terjadi akibat seismic gap Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.
Bencana Gempa Bumi, Tsunami, dan Gunung Meletus memang tak bisa dihindarkan karena posisi Indonesia yang menjadi pertemuan 3 lempeng besar dunia.
Wilayah Indonesia juga menjadi zona subduksi atas titik tumbukan beberapa lempeng tektonik tersebut.
Tumbukan lempeng besar itu bisa menjadi pemicu gempa dan gunung meletus baik dari skala kecil hingga besar.
Sedangkan 3 lempeng besar yang mengapit wilayah Indonesia adalah Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.
Ketiga lempeng besar ini mempunyai karakteristik tersendiri dan tentunya memiliki efek dalam aktifitas tektoniknya.
Lempeng Indo-Australia bergerak relatip ke arah utara dan menyusup kedalam lempeng Eurasia, sementara lempeng Pasifik bergerak relatip ke arah barat.
Jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga apabila terjadi gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal maka akan berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.
Selain terbentuk subduksi, tertemuan lempeng ini menghasilakn Zona transform adalah sesar geser pada batas antara dua lempeng dimana pada daerah ini terjadi gesekan atau translasi dan tidak terjadi penelanan kerak bumi, akan tetapi terjadi gerak horizontal dan menyebabkan gempa bumi besar.
Kemudian Zona sumber-sumber sesar kerak bumi dangkal (shallow crustal fault) adalah patahan kerak bumi dangkal dan aktif.
Editor : Baskoro Septiadi