Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Apa Itu Gempa Megatrush, yang Disebut-sebut BMKG Khawatir Bisa Menguncang Indonesia, Berikut Penjelasannya

Iskandar • Rabu, 14 Agustus 2024 | 22:06 WIB

 

Ilustrasi gempa bumi.
Ilustrasi gempa bumi.

RADARSEMARANG.ID—Belakangan ini jagat maya dihebohkan  dengan peringatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Yakni, terkait potensi kekhawatiran adanya gempa megatrush menggoncang wilayah Indonesia. Tepatnya, kekhawatiran terjadinya Megathrust Selat Sunda M 8.7 dan Megathrust Mentawai-Suberut M 8.9.

BMKG dalam rilisnya menyebut ada kekhawatiran dari ilmuwan Indonesia terhadap gempa tersebut. Sebab, dua megathrust yang dimaksud  sudah lama tidak melepaskan energi besarnya.

Baca Juga: Mengenal Gempa Megathrust yang Berpotensi Timbulkan Tsunami Besar, Indonesia Diprediksi Akan Mengalaminya di Masa Depan

Lantas, apa itu gempa megatrush? Menukil dari sejumlah sumber menyebut bahwa gempa bumi megathrust berasal dari zona megathrust. Megathrust adalah bagian dangkal suatu lajur pada zona subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai.

Yakni, pertemuan antarlempeng tektonik bumi yang berpotensi memicu gempa besar dan tsunami. Para pakar memperkirakan megathrust bisa 'pecah' secara berulang. Namun, dengan jeda hingga ratusan tahun.

Zona megathrust merupakan istilah untuk menyebut jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang. Hanya saja, relatif dangkal. Gempa megathrust sendiri digambarkan dengan menumpuknya lempeng bumi. Gambarannya, lempeng di bawah mendorong lempeng di atasnya.

Baca Juga: ACT Resmikan Masjid Persahabatan Indonesia dan Turkistan Timur untuk Penyintas Tsunami Lampung

Baca Juga: Terasa hingga Jakarta, Gempa Magnitudo 6,7 Banten Tidak Berpotensi Tsunami

Zona megathrust sebenarnya hanya sekadar istilah. Yaitu, untuk menyebut sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal.

 Lempeng samudra  menunjam ke bawah. Ke  lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antarlempeng. Setelah itu, bergeser secara tiba-tiba memicu gempa.

Maka, jika terjadi gempa, bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng samudra bergerak terdorong naik (thrusting). Yang terjadi, gempa dalam skala besar mengguncang di laut ini, sehingga bisa memicu tsunami. (isk)

Editor : Iskandar
#Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #gempa megathrust #potensi tsunami #BMKG #Zona Megathrust Mentawai-Siberut #Zona megathrust