RADARSEMARANG.ID - Kebakaran sebuah kapal penumpang terjadi pada Minggu (11/8) di laut dekat kawasan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.
Kapal yang diketahui sebagai Kapal Motor Penumpang (KMP) Kirana 1 terbakar di tengah laut.
Diketahui Kirana 1 merupakan salah satu armada milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang merupakan salah satu perusahaan pelayaran swasta.
DLU sendiri merupakan salah satu operator pelayaran penumpang dengan reputasi mentereng di Indonesia.
Perusahaan ini didirkan oleh pengusaha bernama Soekarno pada 1976 di Surabaya sekaligus kini menjadi kantor pusatnya.
Pada awalnya beroperasinya, DLU mengopersikan 3 unit kapal untuk rute Ujung - Kamal PP.
Kemudian mulai tahun 1989 perusahaan ini mulai berekspansi membuka rute pelayaran ke luar Pulau Jawa.
Tercatat sejak era 90an awal perusahaan pelayaran ini mulai melayani menuju berbagai pulau seperti Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra.
Tahun 1998 kemudian membuka rute lintasan jarak jauh seperti menuju Makassar, Baubau, Ende, Maumere, hingga Kupang.
PT DLU saat ini melayani pelayaran antar daerah di Indonesia baik untuk pengangkutan penumpang, kendaraan, hingga barang.
Dharma Lautan Utama dikenal sebagai perusahaan pelayaran yang menyediakan berbagai macam kelas.
Mulai kelas biasa hingga kelas tinggi dan memiliki banyak armada kapal dengan berbagai ukuran.
DLU juga sering kali memenangkan penghargaan khusunya dari Kementerian Perhubungan sebagai salah satu perusahaan layanan pelayaran terbaik.
Sedangkan peristiwa terbakarnya kapal Kirana 1 sendiri terjadi di sekitar 2 mil dari Kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Kantor Cabang Dharma Lautan Utama (DLU) Semarang angkat bicara terkait kebakaran yang menimpa Kapal Motor Kirana 1.
Kepala Cabang DLU Semarang Herman Fajar membeberkan, Kapal Kirana 1 yang mengalami musibah kebakaran sedang tidak beroperasi.
"Kemudian berlabuh tadi tanggal 11, jam 4 pagi, karena dermaga harus gantian dengan kapal kapal yang lain," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Meskipun tak sedang mengangkut penumpang, Namun diatas kapal terdapat kru terdiri kapal inti sebanyak 21 orang.
Kemudian, kru vendor 24 orang terdiri dari cleaning sekuriti, dan bagian dapur.
Namun semua kru diatas kapal berhasil dievakuasi menggunakan 3 kapal dengan selamat.
Sedangkan api berhasil dipadamkan setelah mengerahkan tim kapal pemadam dari pelabuhan Tanjung Mas.
"Alhamdulillah ada sekitaran lima kapal Tug Boat Bima, tug boat Galuh, tug boar krisna, ditambah yang ditengah ada era maritim, di tambah dari pertamina, transco jala itu yang melakukan pemadaman di tangah, alhamdulillah kapal tersebut untuk api sudah padam," katanya.
Editor : Baskoro Septiadi