RADARSEMARANG.ID - Pandawara Group merupakan kelompok relawan yang melakukan kegiatan pembersihan lingkungan agar bersih dari sampah yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Beberapa aksi mereka dalam menangani sampah telah dibagikan di berbagai media sosial.
Banyak warganet dan masyarakat yang memuji aksi mereka karena dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat agar tergerak untuk menjaga lingkungan sekitar.
Namun, hal tersebut ternyata belum sesuai dengan apa yang diharapkan.
Masih banyak warga yang tetap acuh terhadap lingkungan sekitar mereka, salah satunya adalah warga di sekitar Sungai Citarum.
Sungai yang dulunya sudah bersih setelah aksi yang dilakukan oleh Pandawara, kini kembali kotor dan dipenuhi oleh sampah.
Akun X @Heraloebss membagikan cuplikan video dari warga sekitar Sungai Citarum yang memperlihatkan kondisi tanggul sungai yang hampir jebol karena penuh dengan sampah.
“Warga Mencari Keberadaan Pandawara gegara sungai yang pernah dibersihkannya kembali Kotor. Pandawara bukan Dinas Kebersihan bukan pula Satgas Citarum, Jika sudah dibersihkan Jaga dan Teruskan oleh Warga Setempat,” tulis akun @Heraloebss.
Dalam video tersebut, sang perekam juga berkata seakan mencari Pandawara untuk datang dan kembali membersihkan sungai tersebut.
“Pandawara, ini nih banyak sampah lagi Pandawara. Kayak gimana nih, ininya mau jebol tuh Pandawara. Gimana ini, banyak sampah tuh Pandawara,” kata sang perekam dalam video tersebut.
Unggahan di media sosial X tersebut telah dilihat lebih dari 855 ribu tayangan dan mendapatkan berbagai respon negatif dari warganet.
Mereka menyayangkan kesadaran serta perilaku masyarakat setempat yang tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan mereka sendiri dan malah mengandalkan Pandawara yang merupakan komunitas relawan dari luar.
“Seharusnya yang dibersihin itu warga yang buang sampahnya sih. Bersihin sampah bukan solusi jika pembuang sampah tidak ikut dibasmi,” komentar akun X @Generasiosing.
“Kenapa harus nyari pandawara? Emang di sana gak ada pemuda kampung atau dinas kebersihan, pandawara sudah memberi contoh ke anak muda harusnya ditiru oleh pemuda di sana bukan ngandelin pandawara,” tulis akun X @aimanzafran276.
“Ya makanya jangan buang sampah ke sungai, pandawara bukan petugas kebersihan,” kutip akun X @nugahaaldyy.
Sementara itu, Pandawara Group merupakan komunitas kecil yang terdiri dari lima pemuda asal Bandung, yaitu; Agung Permana, Gilang Rahma, Muhammad Ikhsan, Rafla Pasya, dan Rifki Sa'dulah.
Mereka berlima telah melakukan beberapa aksi pembersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan serta dapat memberikan motivasi ke masyarakat luas untuk bisa menjaga lingkungan tempat tinggal mereka. (mg2/bas)
Editor : Baskoro Septiadi