RADARSEMARANG.ID, Semarang - Di bulan kemerdekaan ini, Mahkamah Agung Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah (Baznas Jateng) dan Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (UNDIP) berupaya untuk mengentaskan kemiskinan ekstrim dan memberikan sedikit kebahagiaan kepada para anak yatim-piatu.
Melalui Mahkamah Agung Peduli di Asrama Haji Donohudan, Sabtu (3/8). Yakni pemberian paket alat masak kepada warga miskin ekstrim, dan mendukung UMKM, serta santunan anak yatim-piatu.
Dimulai dengan pemberian paket alat masak boga di Gedung Muzdalifah Asrama Haji Donohudan. Setelah pemberian paket alat masak, Mahkamah Agung bersama tim menuju Panti Asuhan Manarul Mabrur Pudakpayung.
Sesampainya Panti Asuhan Manarul Mabrur Pudakpayung, Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H bersama tim langsung disambut hangat oleh Pengurus Panti Asuhan Manarul Mabrur, Rois Bawono Hadi.
Pihaknya bercengkrama dengan puluhan anak asuh di panti. Hingga kini suasana tangis pecah saat salah satu anak meminta gendong.
Ketua Kamar Tata Usaha Negara Mahkamah Agung Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Yulius, S.H., M.H, menjelaskan Mahkamah Agung Peduli merupakan program rutin tahunan.
Berawal dari memberikan bantuan ke korban bencana alam Palu, Lombok, Gempa Mataram, banjir di Cirebon, banjir di Kalimantan dan lainnya.
Tidak hanya bencana, tahun ini, pihaknya menyasar ke 100 titik. Yang merupakan anak terlantar, yatim piatu, dan kaum rentan. Sehingga, turut andil dalam mengentaskan kemiskinan ekstrim.
"Program keluarga besar hakim seluruh Indonesia, kegiatan ini memberikan inspirasi baru karena lebih bagus membantu perekonomian dari bawah, sesuai prinsip zakat yang membantu produktif," ujarnya.
Prof Yulius mengajak para hakim untuk melembutkan nurani agar tidak terlempar dari masyarakat. Artinya, para hakim harus hidup pikirannya dan jiwanya di tengah masyarakat.
"Sehingga bisa memahami masyarakat, jadi tidak bisa jauh dari masyarakat dengan memperbaiki akhlak, karena kita belajar memahami hidup yang mulia dari Tuhan Yang Maha Kuasa," ujarnya.
Sementara di Panti Asuhan Manarul Mabrur, ia sangat mengapresiasi karena pihak panti mengasuh anak yang tidak diinginkan.
"Ini merupakan tanggungjawab kita bersama, kami berupaya untuk mencari solusi agar anak-anak mendapatkan yang layak," ujarnya sambil tersedu-sedu.
Pengurus Panti Asuhan Manarul Mabrur, Rois Bawono Hadi, sangat berterimakasih dengan apa yang diberikan oleh para hakim berupa Pampers, susu, dan sejumlah uang untuk membantu Panti Asuhan Manarul Mabrur.
"Semoga Mahkamah Agung bisa melayani masyarakat lebih baik sesuai bidang masing-masing," harapnya. (fgr/web/bas)
Editor : Baskoro Septiadi