Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pendaftaran CPNS 2024 Dibuka Agustus, Begini Penjelasan Lengkapnya

Devi Khofifatur Rizqi • Selasa, 30 Juli 2024 | 16:32 WIB
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat meninjau kesiapan tes SKD penerimaan CPNS PPPK Kabupaten Semarang 2021 di Hotel UTC Kota Semarang Selasa (14/9/2021). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)
Bupati Semarang Ngesti Nugraha saat meninjau kesiapan tes SKD penerimaan CPNS PPPK Kabupaten Semarang 2021 di Hotel UTC Kota Semarang Selasa (14/9/2021). (Maria Novena/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi (PANRB), Abdullah Azwar Anas memastikan pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau CPNS 2024 dibuka pada Agustus mendatang.

Sebelumnya, pendaftaran CPNS 2024 dijadwalkan bakal dibuka pada akhir Juni. Kemudian, ditunda menjadi Juli dan dipastikan mundur ke Agustus mendatang.

Kendati begitu, penjelasan terkait pendaftaran CPNS 2024 tidak disebutkan secara rinci perihal tanggal pendaftaran.

Anas hanya memastikan bahwa pengumuman formasi akan diumumkan segera. Adapun kini, verifikasi terkait formasi sudah mencapai 97 persen. 

"Ini PNS sudah selesai verifikasinya, sudah 97 persen yang CPNS. Sehingga ini, insya Allah dalam waktu dekat akan diumumkan. Sekitar Agustus untuk rekrutmen CPNS," kata Menteri PANRB saat ditemui di Pusdiklat Lembaga Administrasi Negara, Jakarta Pusat, Senin (29/7) dikutip dari JawaPos.com. 

Anas menjelaskan, pendaftaran CPNS 2024 yang mundur dari jadwal semula dikarenakan ada sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L) dan juga pemerintah daerah (pemda) yang belum mengusulkan formasi kepada Kementerian PANRB.

Mantan Bupati Banyuwangi ini mengklaim, penundaan dilakukan karena Kementerian PANRB masih menunggu usulan formasi tersebut untuk kemudian dilakukan verifikasi. 

Pasalnya, lanjut Anas, saat ini pemerintah sedang memprioritaskan formasi pegawai auditor.

"Misalnya, kita kan minta ada auditor, ternyata mereka tidak mengusulkan auditor yang diusulkan justru tenaga teknis, padahal tenaga teknis itu sudah kita kurangi karena telah terdistrupsi oleh digital," ujarnya. 

"Sehingga dari situlah perlu verifikasi kadang  yang diusulkan pemerintah daerah atau kementerian dan lembaga belum sesuai dengan arahan presiden dan tidak sesuai dengan target prioritas kita," tandasnya. (dev/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#CPNS #panrb