RADARSEMARANG.ID - Pelatih Tim Nasional Shin Tae-yong (STY), mencatat sejarah baru untuk Indonesia.
STY tercatat sebagai orang asing pertama yang menerima Golden Visa dari pemerintah Indonesia.
Pemberian Goden Visa tersebut dilakukan di acara Grand Launching Golden Visa di Jakarta, yang berlangsung pada Kamis (25/7) malam.
“Hari ini, saya resmi meluncurkan Golden Visa Indonesia serta mengundang warga dunia untuk berinvestasi dan berkarya di Tanah Air,” tulis Jokowi melalui akun @jokowi di media sosial X.
Pada acara tersebut, scara langsung Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan Golden Visa kepada STY (Shin Tae-yong).
Menurut Jokowi, Golden Visa akan memberikan kemudahan bagi warga negara asing untuk berinvestasi dan berkarya di Indonesia.
Jokowi juga mengingatkan hal tersebut hanya akan diberikan kepada good quality travelers yang memberikan manfaat secara nasional.
Dengan demikian, seleksi pemberian Golden Visa ini menurut Jokowi akan dilakukan dengan ketat.
“Shin Tae Yong, pelatih Tim Nasional Indonesia, menjadi yang pertama menerima Golden Visa ini,” ucap Jokowi.
Dengan Golden Visa, investor asing bisa tinggal di Indonesia hingga 10 tahun dengan jumlah investasi yang telah ditentukan.
Sementara itu, pelatih timnas Indonesia STY mengaku terkejut dan bahagia setelah mengetahui Indonesia memiliki Golden Visa.
Dalam unggahan Instagram @shintaeyong7777 miliknya, STY mengungkapkan komitmennya untuk memajukan sepak bola Indonesia.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Jokowi. Saya akan berusaha lebih keras untuk masa depan sepak bola Indonesia. Ayo Garuda terbang tinggi,” ungkapnya di Instagram.
Meski peringkat sepak bola Indonesia masih perlu ditingkatkan, dia berjanji akan memburu Piala Dunia 2026 dengan semangat dan dedikasi.
Dia juga menyatakan bahwa, Golden Visa ini merupakan penghargaan atas usahanya selama 4,5 tahun.
Jokowi berharap sosialisasi fasilitas Golden Visa Indonesia bisa dilakukan secara masif untuk menjangkau lebih banyak investor dan talenta global.
Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kerja sama ekonomi, dan mempererat persahabatan antar negara.
Editor : Baskoro Septiadi