RADARSEMARANG.ID - Kabar duka datang dari Wieteke van Dort yang merupakan penyanyi lagu ikonik 'Geef Mij Maar Nasi Goreng' dikabarkan meninggal dunia pada Senin (15/7).
Wieteke berpulang di usia 81 di Den Haag, Belanda akibat penyakit kanker hati yang menyebar ke paru-paru dan otak.
Sosoknya dikenal publik tanah air karena sering memperkenalkan budaya Indonesia ke Belanda melalui karakternya sebagai Tante Lien.
Namun tak banyak tahu, ternyata wanita kelahiran 16 Mei 1943 itu merupakan cucu dari bos pabrik gula yang pernah berdiri di Tegal.
Hal ini diketahui dari postingan akun Instagram @tegalhistory yang membahas kehidupan Tante Lien sebagai cucu dari pengusaha besar.
Ayahnya bernama Ir. Theodorus Karel Lodewijk van Dort merupakan pria kelahiran Tegal pada tahun 1898, anak dari pasangan Jacobus Maurits van Dort seorang pengusaha kapal di Tegal dan Louise Johanna Theodorus Ramaer.
Louise Johanna merupakan anak perempuan dari Theodorus Karel Lodewijk Ramaer, seorang administratur suikerfabriek Balapoelang atau Pabrik Gula Balapulang di Tegal.
Jacobus memiliki mertua seorang administratur pabrik gula, juga memiliki orang tua bernama Levie Elkan Van Dort yang juga adalah administratur Pbarik Gula Maribaya di Tegal dan sekaligus pemilik penerbitan "Advertentieblad voor Tegal en Omstreken" pada 1894.
Sedangkan Tante Lien sendiri lahir di Surabaya saat era pendudukan Jepang, pada usia 13 kemudian pulang ke negeri Belanda dan bersekolah disana.
Pada usia 15 tahun, ia menerbitkan kumpulan puisi yang didedikasikan untuk ibunya. Setelah itu, dia tampil di media sebagai 'penyair termuda di Belanda'.
Sejak saat itu ia mulai mendalami seni peran bahkan pernah menjadi seorang komedian, usai menikah dia berfokus pada pekerjaan untuk program radio dan TV.
Pada saat itu, Wieteke Van Dort berhasil meraih popularitas dalam program televisi anak dan remaja.
Antara Januari 1979 dan Februari 1981, Wieteke Van Dort mempersembahkan 'De Late Late Lien Show' untuk VARA TV.
Program itu ditujukan untuk orang Indo-Belanda, tetapi ternyata sukses mendapat apresiasi dari publik luas.
Dari situlah sosok Tante Lien mulai dikenal dengan program yang berisi tentang sketsa, lagu, tarian tradisional, hingga cerita tentang Hindia Belanda kuno.
Editor : Baskoro Septiadi