RADARSEMARANG.ID - Akses Pusat Data Nasional (PDN) dikabarkan down setelah diduga mengalami serangan Ransomware.
Keterangan tersebut dibenarkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bahwa PDN sedang down dan membutuhkan pemulihan cukup lama.
Layanan publik yang terhubung dengan PDN juga terdampak, termasuk salah satunya layanan imigrasi.
Menurut laman resminya, Kepala BSSN, Hinsa Siburian, memberikan tanggapannya terkait insiden ini.
Hinsa mengonfirmasi, Pusat Data Nasional Sementara mengalami insiden serangan siber Ransomware Brain Chiper.
Menurut keterangannya, Brain Chiper merupakan Ransomware versi terbaru dengan kemampuan lockibt 3.0.
“Setelah kami melihat sampel yang sudah dilakukan sementara oleh tim forensik BSSN, ini benar versi terbaru Ransomware,” ungkap Hinsa.
Sementara itu, Kominfo akan memberikan laporan hasil temuan ini kepada kementerian, lembaga, dan perusahaan yang menggunakan Pusat Data Nasional Sementara.
Pihaknya juga bersama BSSN, Polri, dan KSO Telkom Sigma Lintasarta sedang menyelidiki penyebab gangguan di tempat tersebut.
Mereka dikabarkan mengalami kekurangan barang bukti yang diketahui telah terenkripsi.
Namun, mereka juga akan bertanggung jawab untuk memecahkannya dan akan memberikan laporan perkembangan lebih lanjut.
Serangan ransomware pada PDN telah menyoroti urgensi penguatan keamanan siber di Indonesia.
Hinsa Siburian menekankan pentingnya kerjasama antara lembaga pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi ancaman siber seperti ini.
Editor : Baskoro Septiadi