RADARSEMARANG.ID - Keberadaan ayam hias ekor lidi tengah digemari sebagian masyarakat di Kota Semarang. Banyaknya animo membuat sejumlah penghobi membuat komunitas ayam kontes tersebut.
Namanya Komunitas Pecinta Ayam Ekor Lidi (Kopali) Kota Semarang. Saat ini memiliki sekitar 30 anggota.
Namun di Kota Semarang masih banyak penghobi dan peminat ayam ekor lidi sekitar 100 orang.
Ketua Kopali Semarang, Rizki Fahrezi menyebutkan pecinta ayam hias ekor lidi di sangat luar biasa.
Ia bersama anggota yang lain juga tetap berusaha untuk merangkul para pecinta ayam ekor lidi yang belum masuk ke komunitas.
"Kita akan merangkul dalam artian mengarahkan bagaimana baiknya untuk mengembangkan dan bagaimana cara kita budidaya dan menjual," ujarnya.
Ia mengaku tidak ada klasifikasi khusus untuk bergabung di Kopali Semarang. Asalkan orang yang ingin bergabung ke komunitas memiliki kecintaan dengan ayam hias ekor lidi.
"Intinya mau belajar mau ikut bergabung untuk mengembangkan ayam ekor lidi dipersilahkan untuk bergabung," jelasnya.
Kopali Semarang memiliki kegiatan rutin di dalamnya. Diantaranya kopdar atau silaturahmi antar anggota dan juga terdapat pelatihan penjurian.
Kemudian ada pemberian edukasi tentang ayam ekor lidi mulai dari bagaimana cara merawat dan bagaimana cara membedakan ayam yang bagus dan jelek.
"Kalau untuk kopdar kita lakukan satu bulan sekali dan pelatihan penjurian dua bulan sekali. Kemudian kita juga terdapat kegiatan baksos di momen-momen tertentu," ujarnya.
Perawatan ayam hias ekor lidi terbilang gampang dan simpel. Seperti perawatan ayam lainnya. Terutama perlu memberikan treatment atau perawatan khusus untuk menjaga keutuhan bulu ayamnya.
Dimana minimal seminggu sekali dilakukan perawatan ekor yang kotor. Namun jika terdapat kerontokan pada bulu ekor tersebut merupakan salah satu fase pertumbuhan pada ayamnya.
"Rontok atau biasanya disebut ganti bulu itu satu setengah tahun sekali. Dari rontok total hingga tumbuh kembali itu membutuhkan waktu selama tiga sampai empat bulan," katanya.
Rizki menyebutkan untuk di pasaran saat ini harga ayam hias ekor lidi tergantung dari kualitas ayamnya.
Karena harga tersebut berbeda sesuai dengan spesifikasi ayamnya diantaranya spesifikasi budidaya atau spesifikasi kontes.
"Kalau ayam spek kontes di usia satu bulanan itu sekitar Rp 300 ribu per ekor," tambahnya. (nun/fth)
Editor : Baskoro Septiadi