Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mansa Musa, Muslim Crazy Rich dari Benua Afrika Era Abad Pertengahan

Tasropi • Sabtu, 8 Juni 2024 | 18:42 WIB
mansa Musa
mansa Musa

RADARSEMARANG.ID, ERA globalisasi ini kita mengenal Elon Musk, Jack Ma,Bill Gates dan sederet nama lain sebagai crazy rich.

Bisakah kita bayangkan ada orang yang lebih kaya dari mereka pada era berabad-abad lalu.

Ternyata ada, namanya Mansa Musa, seorang Kaisar Mali abad ke-14, tercatat sebagai orang terkaya dalam sejarah dunia.

Mansa Musa diketahui juga sebagai orang yang dermawan, suka membagi-bagikan harta kepada yang membutuhkan.

Selama pemerintahannya, ia memberikan banyak kontribusi untuk Kekaisaran Mali dan rakyatnya.

Mansa Musa lahir sekitar tahun 1280 M selama Dinasti Keita dari keluarga penguasa dan berkuasa pada tahun 1312 M. Kurun waktu yang masuk dalam abad pertengahan.

Musa berkuasa ketika saudara laki-lakinya Mansa Abu-Bakr turun tahta untuk melakukan ekspedisi besar-besaran di laut.

Menurut sejarawan Shibab al-Umari, Abu-Bakr selalu terpesona dengan Samudra Atlantik.

Ia dilaporkan pergi dengan armada sekitar 2.000 kapal dengan ribuan pria, wanita, dan budak.

Tetapi dia tidak pernah kembali. Mansa Musa kemudian menjadi sultan kesembilan kerajaan Afrika Barat, yang sudah dianggap sangat kaya pada saat dia naik.

Sejarawan memperkirakan bahwa Kekaisaran Mali pada saat itu adalah penghasil emas terbesar di dunia. Bukan hanya di benua Afrika.

Ia memiliki lebih dari setengah total pasokan dunia, menurut data British Museum.

Dengan Musa naik tahta, kerajaan terus berkembang secara fenomenal, berkat karyanya dalam memperluas perdagangan di wilayah tersebut.

Kekayaannya terus meroket dari penambangan garam dan deposit emas yang signifikan, serta perdagangan gading gajah.

Bukan hanya garam dan emas yang berkontribusi pada kekayaan Musa.

Di bawah pemerintahannya, kerajaan berkembang pesat, membentang lebih dari 3.000 km (1.864 mil) dari Samudra Atlantik hingga Niger modern, mencaplok lebih dari 24 kota, termasuk Timbuktu.

Dilaporkan bahwa dia tidak pernah kalah dalam pertempuran.

Dalam banyak kasus, tidak sedikit wilayah yang bergabung secara sukarela dengan Kekaisaran Mali demi kualitas hidup yang lebih baik.

Kekayaan Mansa Musa

Mansa Musa sangat kaya raya, bahkan menurut standar saat ini. Dia memiliki kekayaan pribadi sekitar $400 miliar, menjadikannya orang terkaya dalam sejarah.

Kekayaan tersebut lebih dari dua kali lipat kekayaan Bill Gates dan Jeff Bezos saat ini.

Selain itu, ia mengembangkan kekayaannya melalui usaha pribadi, seperti berdagang dan menjual gading gajah.

Mansa Musa diperkirakan telah memiliki setengah dari seluruh emas dunia ketika ia meninggal.

Namun, banyak sejarawan setuju bahwa kekayaannya 'Lebih kaya dari apapun yang bisa dibayangkan'.

Kekaisaran Mali memiliki beberapa pusat perdagangan paling makmur di Afrika.

Kota-kota seperti Timbuktu dan Gao berfungsi sebagai perhentian penting di sepanjang rute perdagangan trans-Sahara.

Kota-kota ini sesak oleh pedagang dari seluruh dunia yang datang untuk membeli dan menjual berbagai barang.

Biasanya barang-barang yang dijadikan transaksi adalah emas, garam, budak, kacang Kola, gading, dan rempah-rempah.

Sementara Mansa Musa mempertahankan rute perdagangan dari para perampok, ia menjadi semakin kaya karena dia mengendalikan rute-rute itu sendiri.

Perjalanan Haji Musa

Ia digambarkan sebagai Muslim yang taat. Musa bahkan memulai perjalanannya ke Makkah dari tahun 1324-1325.

Namun perjalanannya tersebut, diungkap Magnates Media, disebut sebagai "ziarah paling boros dalam sejarah manusia".

Dilaporkan bahwa raja meninggalkan Mali dengan sekitar 60.000 pria dan wanita, dari pejabat kerajaan hingga pengemudi unta dan budak.

Dilaporkan bahwa banyak dari para pelancong ini mengenakan sutera Persia dan brokat emas dari kepala hingga ujung kaki, termasuk para budak.

Sekitar 100 ekor unta bahkan membawa kantong-kantong berisi emas murni.

Perjalanan tersebut membawa Musa dan teman-temannya melewati gurun Sahara dan Mesir, mencapai Kairo, di mana sang kaisar akan dengan murah hati memercikkan emasnya.

Musa dilaporkan menghabiskan begitu banyak emas sehingga membuat ekonomi lokal tidak stabil dan menyebabkan inflasi massal selama 10 tahun setelah kepergiannya.

Warisan Musa

Setelah pulang dari perjalanan haji Musa menjalankan misinya untuk merevitalisasi kota-kota di kerajaannya.

Berkat perkembangan arsitekturnya di wilayah tersebut, reputasinya terus berkembang.

Dia bekerja dengan cendekiawan Islam, termasuk keturunan langsung Nabi Muhammad dan seorang penyair dan arsitek Andalusia bernama Abu Es Haq es Saheli, dan membayar mereka hingga 200kg emas untuk usaha mereka.

Dia juga membangun sekolah, perpustakaan, dan masjid serta membantu Timbuktu menjadi pusat budaya dan pendidikan.

Musa meninggal pada tahun 1337 pada usia 57 tahun dan digantikan oleh putra-putranya, tetapi akhirnya kekaisaran itu runtuh hingga tak terdengar hingga kini.

Meskipun Mansa Musa hanya memerintah selama 20 tahun, ia meninggalkan kesan abadi bagi dunia.

Ia adalah orang yang sangat kaya raya yang menggunakan kekayaannya untuk memberi manfaat bagi orang lain.

Ia meninggalkan berbagai warisan, seperti budaya, sekolah, maupun masjid. Salah satu masjid yang paling terkenal adalah Masjid Djinguereber di Timbuktu, Mali, yang masih ada hingga saat ini dan merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO.

Editor : Tasropi
#warisan dunia #crazy rich #elon musk #abad pertengahan #Sejarah Dunia #mansa musa #bill gates