Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

All Eyes On Rafah, Ramai di Media Sosial sebagai Tanda Kemarahan Netizen atas Serangan Israel

Tasropi • Rabu, 29 Mei 2024 | 20:15 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, MEDIA sosial sedang diramaikan tanda pagar #AllEyesOnRafah, baik di Instagram, Facebook, TikTok atau pun Twitter (X).

Seruan 'All Eyes On Rafah' menjadi salah satu ungkapan kemarahan netizen.

Banyak kalangan mengunggah konten yang berkaitan dengan "All Eyes On Rafah" melalui media sosial masing-masing.

Hal ini lantaran serangan Israel di Perbatasan Rafah sejak Senin malam (27/5) menyebabkan 27 orang tewas, termasuk enam wanita dan sembilan anak-anak. 

Beberapa video dari Rafah menunjukkan aktivitas serangan militer Israel yang intens di area tersebut, terutama di bagian Timur Rafah dan sekitar perlintasan menuju Mesir. 

Israel dua kali menyerang Rafah dalam waktu kurang dari tiga hari serangan pertama pada Minggu (26/5) dan serangan selanjutnya Selasa (28/5).

Dari dua serangan itu puluhan orang pengungsi di Rafah kehilangan nyawa.

Rafah merupakan tempat penampungan pengungsi Gaza dari serangan Israel yang diluncurkan sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Total sudah 35 ribu orang tewas akibat serangan tanpa pandang bulu dari Israel.

Dalam video nampak warga Palestina memadamkan api di lokasi serangan Israel di area yang diperuntukkan bagi para pengungsi di Rafah, Jalur Gaza selatan.

'All Eyes On Rafah' bukan sekedar rangkaian kalimat semata. Ini adalah seruan agar banyak orang memusatkan perhatian ke Rafah.

Sebuah misi kemanusiaan atas kejadian yang terjadi di Rafah, Gaza Selatan.

Aksi Israel menyerang Rafah dikecam PBB hingga Turki. Seruan agar gencatan senjata diberlakukan di Gaza kini semakin deras datang dari hampir seluruh negara di dunia.

Di tengah kecaman dan kutukan Israel berkilah. Mereka berdalih serangan ke Rafah adalah operasi yang ditargetkan ke rumah seorang pemimpin senior Hamas.

Serangan itu berakibat kebakaran yang merambat ke tenda pengungsi di Rafah pada hari Minggu kemarin.

Militer Israel pun berdalih serangan yang mengakibatkan kebakaran adalah kejadian tak terduga dan tak disengaja.

Arti 'All Eyes On Rafah'

'All Eyes On Rafah' memiliki arti "Semua Mata Tertuju ke Rafah." Kalimat ini merupakan sebuah panggilan kemanusiaan yang digaungkan atas tragedi di Rafah, Gaza.

Seruan ini hadir setelah tragedi 26 Mei 2024 atas serangan udara yang dilakukan di Rafah. Rafah sendiri merupakan kawasan pengungsian bagi warga Palestina.

Kawasan Rafah dianggap aman sehingga banyak warga Gaza berlindung di sana. Namun serangan udara yang diluncurkan Israel membuat kawasan Rafah tidak lagi aman dijadikan tempat mengungsi.

Bentuk Kemarahan Netizen

Tujuan dari aksi di jagat maya ini semata-mata untuk menarik perhatian seluruh dunia terhadap kekejaman yang terjadi di Gaza, termasuk Rafah.

Seruan ini bukan hanya datang dari netizen Indonesia. "All Eyes On Rafah" juga menggema di Eropa, Australia dan berbagai belahan dunia.

Seperti dikabarkan Forbes, seruan "All Eyes On Rafah" datang dari para aktivis dan kelompok kemanusiaan.

Asal Usul "All Eyes On Rafah"

Masih melansir dari Forbes, seruan "All Eyes On Rafah" berawal dari komentar Rick Peeperkorn, Direktur Kantor Wilayah Pendudukan Palestina di World Health Organization (WHO).

Pada Februari 2024, ia mengatakan "All Eyes On Rafah" beberapa hari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan dibuatnya rencana evakuasi ke kota tersebut.

Benjamin Netanyahu telah mengungkap serangan yang direncanakan untuk melenyapkan kawasan yang disebut sebagai benteng terakhir kelompok militan Hamas.

Seruan "All Eyes On Rafah" ini dimaksudkan sebagai permintaan bagi banyak orang untuk tidak berpaling dari apa yang terjadi di kota Rafah.

Kawasan ini dihuni sebanyak 1,4 juta pengungsi yang berlindung dari serangan yang menggempur Gaza.

Organisasi kemanusiaan seperti Save the Children, Oxfam, American for Justice in Palestine Action, Jewish Voice for Peace dan Palestine Solidarity Campaign.

Kini seruan "All Eyes On Rafah" telah digunakan sebagai seruan pada aksi demo di Paris, London, Belanda, New York, Los Angeles, dan sekitarnya.

Terdapat lebih dari 204.000 postingan dengan jutaan penayangan dengan tagar #AllEyesOnRafah di TikTok. 

Tagar 'All Eyes On Rafah' di Twitter atau X yang diunggah melalu akun The Palestinian telah disaksikan lebih dari 6 juta orang.

Editor : Tasropi
#serangan israel #kemarahan netizen #Perbatasan rafah #All Eyes On Rafah