Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tanggul Jebol, Dua Desa di Kabupaten Semarang Terendam Banjir

Nurfa'ik Nabhan • Jumat, 24 Mei 2024 | 19:54 WIB
Sejumlah warga yang berusaha menutup titik tanggul jebol agar air tidak mengalir deras dari sungai. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang
Sejumlah warga yang berusaha menutup titik tanggul jebol agar air tidak mengalir deras dari sungai. NURFAIK NABHAN/Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID, Ungaran - Dua desa di dua kecamatan yakni Desa Rowosari Kecamatan Tuntang dan Desa Rowoboni Kecamatan Getasan terendam banjir akibat tanggul sungai yang jebol Jumat (24/5).

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, ketinggian banjir yang menggenangi dua desa tersebut sudah mulai surut.

Beberapa warga yang rumahnya terendam banjir juga sudah mulai membersihkan dari sisa banjir.

Relawan SAR Buser, Bendi menyebutkan Desa Rowosari yang terdapat meliputi dua dusun yakni Dusun Rowopolo dan Dusun Rowosabi.

Dimana terdapat sekitar 59 kepala keluarga yang terdampak akibat banjir tersebut.

"Selain itu akses jalan dari Desa Rowosari dan Desa Rowoboni tidak bisa dilewati karena terendam," katanya.

Untuk Desa Rowoboni juga ikut terendam dan hingga saat ini masih dilakukan pendataan warga yang terdampak.

Namun ketinggian air lebih rendah dibandingkan dengan ketinggian air yang merendam Desa Rowosari.

Banjir tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul sungai di Desa Rowosari yang menyebabkan air sungai meluap dengan deras.

Selain itu curah hujan yang turun dengan intensitas lama juga menyebabkan meluapnya aliran sungai tersebut.

"Kalau hujan sudah sejak Kamis (23/5) sore hingga pagi. Sekitar pukul 05.00 WIB hujan baru reda," bebernya.

Bendi mengatakan kedalaman banjir yang masuk kedalam rumah warga hingga 50 sentimeter. Dan di lingkungan pemukiman warga sendiri sedalam 60 sentimeter hingga 80 sentimeter.

"Kemudian antar dua desa yang meliputi desa rowosari menuju desa rowoboni diatas satu meter," jelasnya.

Sementara itu, Ketua RW 03 Dusun Rowopolo, Hendra Dwi Nugroho mengaku kaget dengan adanya banjir yang melanda dua dusun tersebut.

Karena sudah dua pekan tidak turun hujan dan sudah masuk musim kemarau.

"Kalau disini sering banjir waktu musim penghujan. Tetapi ini musim kemarau tetapi tadi malam hujan lebat," katanya.

Selain curah hujan yang tiba-tiba tinggi, banjir juga disebabkan jebolnya tanggul sungai di wilayah Rowopolo mencapai 100 meter dan luapan sungai.

Ditambah dengan bendungan Sungai Tuntang yang tidak dibuka sehingga menyebabkan banjir besar.

"Sungai ini kan bermuara di Rawa Pening dan debit airnya tengah tinggi. Jika bendungan Tuntang tidak dibuka maka air sungai akan meluap," bebernya.

Hendra berharap, BPBD Kabupaten Semarang atau pemerintah setempat bisa membantu untuk melakukan pengerukan terhadap sungai yang sudah mulai mengalami sedimentasi.

Sehingga tidak ada banjir kembali ketika musim penghujan ataupun saat hujan dengan intensitas lebat. (nun/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#BANJIR #TANGGUL JEBOL #banjir ungaran