Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Baru Masuk Kerja Hari Pertama Pasca Libur Lebaran, Wali Kota Semarang Mbak Ita Dibuat Geram, Ini Penyebabnya

Figur Ronggo Wassalim • Rabu, 17 April 2024 | 05:30 WIB
SIDAK: Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama sejumlah kepala OPD melakukan sidak ke sejumlah kantor pemerintahan di hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran, Selasa (16/4/2004)
SIDAK: Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu bersama sejumlah kepala OPD melakukan sidak ke sejumlah kantor pemerintahan di hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran, Selasa (16/4/2004)

SEMARANG.ID, Semarang- Hari pertama masuk kerja pasca libur Lebaran, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu (Mbak Ita) dibuat geram dengan lingkungan kotor dan pelayanan publik yang kurang nyaman.

Kondisi tersebut diketahui Mbak Ita saat melakukan sidak di sejumlah fasilitas umum dan kantor pemerintahan Selasa (16/4). Seperti Pasar Kembang Kalisari, Kantor Kelurahan Gayamsari, Puskesmas Gayamsari, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kecamatan Gayamsari, dan Disdukcapil Kota Semarang.

Di Pasar Kembang Kalisari Mbak Ita menemukan tempat sampah yang sudah tidak layak. Memakai keranjang bambu. Melihat kondisi itu, wali kota meminta para pemilik toko untuk merawat lingkungan dan kebersihan.

"Karena mereka mendapatkan keuntungan, dan bisalah disisihkan sedikit untuk kebersihan," katanya.

Hasil pantauan tersebut, Mbak Ita akan membentuk tim khusus dari Dinas Perdagangan, DPU, dan Disperkim Kota Semarang. "Mestinya harus terintegrasi," tandasnya.

Kemudian saat menyidak pelayanan publik di Kelurahan Gayamsari, lurah malah keluar kantor untuk silaturahmi ke warga. Mbak Ita kembali ngomel karena melihat lingkungan kantor yang kotor.

"Di depan kantor juga kotor, sehingga banyak warga yang kurang nyaman. Mestinya kalau pas piket kemarin kan bisa menyambangi warga," katanya.

Kegeraman wali kota tak sampai di situ. Saat menyambangi Balai Latihan Kerja, ia juga mendapati lingkungan kotor.

Sementara saat meninjau pelayanan Puskesmas Gayamsari, sekitar 250 warga tidak mendapatkan tempat duduk. Menurut wali kota, kondisi tersebut membuat kurang nyaman masyarakat.

"Seharusnya kan kalau kurang kursi bisa koordinasi dengan DKK, dan kecamatan untuk menyiapkan kursi tambahan. Kasihan yang sakit harus menunggu sambil berdiri," katanya.

Mbak Ita bersama jajarannya melanjutkan sidak di Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Di sana ia melihat lingkungan yang kurang terawat. Banyak rumput liar yang tumbuh di halaman. Kebersihannya sangat kurang.

Wali kota pun meminta kepala Dinkop melakukan perawatan. Tidak perlu menunggu perlengkapan atau fasilitas PLUT lengkap. “Jangan hanya karena pelengkapnya kurang malah tidak dijalankan. Ini mau mendorong pemberdayaan kok harus menunggu jadi," katanya.

Sementara saat sidak di kantor Disdukcapil Kota Semarang, banyak warga yang menunggu di luar kantor. "Kalau sudah ada alat-alat otomatis, kan bisa dimanfaatkan di kantor pelayanan," katanya.

Dalam sidak kemarin, banyak yang menjadi sorotan wali kota. Utamanya masalah kebersihan, kerapian, dan kenyamanan. Mbak Ita meminta semua harus bisa berkolaborasi untuk menciptakan kebersihan dan kenyamanan. "Maka ego sektoral harus dihilangkan," katanya. (fgr/zal)

Editor : Muhammad Rizal Kurniawan
#Wali Kota Semarang #Mbak ITA #SIDAK #PELAYANAN PUBLIK