RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menyiapkan posko kesehatan jelang lebaran.
Posko tersebut tersebar di seluruh Jawa Tengah dari H-7 sampai H+7 lebaran.
Baca Juga: Alhamdulillah! Ada Diskon 20 Persen Tarif Tol Jakarta-Semarang, Berlaku Mulai 3 April 2024
Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar menyampaikan Dinkes Jateng telah menyiapkan pelayanan fasilitas kesehatan saat arus mudik dan arus balik lebaran ini.
Diantaranya sebanyak 349 rumah sakit di Jateng IGD-nya harus buka 24 jam. Meski petugas kesehatan berkesempatan cuti, rawat jalan wajib dibuka. Terutama di rumah sakit provinsi.
Kemudian ada 881 puskesmas (rawat inap 371 dan rawat jalan 510), 5 Balkesmas, 1 BKIM, 1 Balabkes PAK Prov, serta klinik pratama 1.622 dan klinik utama 318.
Lebih lanjut pihaknya juga membuka 630 pos kesehatan, serta 205 pos terpadu bekerja sama dengan Perhubungan.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2024, Segini Tarif Tol Jakarta Menuju Kendal, Lewat Exit Tol Weleri Paling Murah
"Di jateng sudah ada kesiapan untuk posko kesehatan. Ada 349 rumah sakit 24 jam, puskesmas rawat inap 371, ada posko lainnya 630 dan posko terpadu 205," jelas Yunita saat ditemui di Kantor Dinkes Jateng, Kamis (4/4).
Kemudian posko kesehatan juga dibuka di Rest Area. Dimana pada posko tersebut disediakan PMX kesehatan seperti pengecakan tensi dan gula darah.
Sehingga bilamana ada keluhan dari pasien bisa langsung tertangani.
"Di rest area ada posko kesehatan bareng temen-temen Polri Di sana memang kita siapkan mobil ambulance juga termasuk kesiapsiagaan 119, 119 itu untuk kecelakaan sehari-hari maupun ketika ada ibu yang mau melahirkan itu juga bisa, ditambah dengan PMI juga," akunya.
Menurutnya puncak arus mudik akan terjadi pada 6-7 April 2024 dan arus baliknya 14-15 April 2024. Pihaknya pun mengimbau agar pemudik selalu menjaga kesehatan serta mewaspadai tiga penyakit yang rawan menyerang. Diantaranya demam berdarah dengue (DBD), Leptospirosis, serta keracunan makanan.
"Saya menekankan terus terang kita harus waspadai kemarin kita kan banjir. Terus hujan panas, hujan panas. Ada yang perlu diwaspadai yakni demam berdarah dan leptospirosis," tegasnya
Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Jadi jangan sampai ada ember yang terbuka, botol plastik serta bekas-bekas sampah yang tergenang air. Dikhawatirkan akan menjadi tempat jentik-jentik berkembang biak.
"Mohon masyarakat waspada karena saat ini masih ada kasus demam berdarah kemudian leptospirosis, tentu pas mudik ingat (agar waspada) keracunan makanan. Tetap perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan sebelum makan. Makan, makanan yang segar, jangan sampai kita beli makanan yang keadaan terbuka," tandasnya. (kap/bas)
Dinkes Jateng juga menyediakan layanan yang bisa digunakan oleh warga Jateng jika mengalami gejala DBD, Leptospirosis, serta penyakit lainnya. Berikut narahubung atau call center yang bisa dihubungi:
Dinas Kesehatan Jawa Tengah: 0811 2622 000
Bapelkes Jateng: 0811 2653 352
Balabkes & PAK: 0895 3829 79992
Balkesmas Magelang: 0811 2652 756
Balkesmas Ambarawa: 0811 2891 084
Balkesmas Semarang: 0811 2966 633
Balkesmas Pati: 0812 2803 6685
Balkesmas Klaten: 0821 3536 0668
Editor : Baskoro Septiadi