RADARSEMARANG.ID– Menyambut Hari Paskah 2024. Fakultas Kedokteran (FK) bersama Program Magister Hukum Kesehatan (Hukes) Soegijapranata Catholic University (SCU) memberikan layanan pemeriksaan gratis.
Pengobatan gratis untuk korban banjir di wilayah terdampak seperti Demak, Kudus, dan Jepara juga bakal digelar.
Tepatnya pada Minggu, 24 Maret 2024 mendatang. Dimana daerah-daerah tersebut terdampak banjir cukup parah. Selain itu warga juga banyak yang mengungsi, dimana di situlah penyebaran penyakit marak terjadi.
Sehingga pengungsi harus waspada dengan berbagai serangan penyakit akibat banjir. Seperti leptospirosis, flu, gatal-gatal, penyakit kulit, dan lainnya.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian kita kepada sesama. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan pada 24 Maret 2024 mendatang,” jelas Koordinator Alat FK SCU, Fajar Widhi Atmojo.
Sebelum melaksanakan pelayanan gratis untuk korban banjir. Pihaknya telah memberikan pemeriksaan secara cuma-cuma ini terhadap masyarakat di salah satu gereja di Kecamatan Krapyak Kota Semarang.
Kegiatan sosial ini rutin dilaksanaan SCU sebagai bentuk pengabdian kepada maasyarakat.
Sebanyak 150 warga datang untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Mayoritas dari mereka merupakan pasien lansia yang mengeluhkan mulai hipertensi, kolesterol, sampai asam urat. Berkaca pada hal itu, Fajar akan terus memantau perkembangan kesehatan para pasiennya.
“Kami akan rutin untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Hal ini sebagai bentuk komitmen FK dan Hukes SCU untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fajar terus mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Terlebih bagi mereka yang saat ini terdampak bencana. Dimana air yang terbawa ke pemukiman mengandung banyak penyakit.
Terpisah Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar mengimbau pada masyarakat di pengungsian untuk aware terhadap serangan penyakit akibat banjir. Seperti flu, leptospirosis, penyakit kulit, dan lainnya.
“Pertama tentu saat banjir adalah penyakit kulit, lalu flu, kemudian juga alergi. Kemudian leptospirosis itu yang perlu diwaspadai,” ungkapnya.
Pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk membangun posko-posko kesehatan. Sehingga keluhan masyarakat bisa tertangani dengan maksimal.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten/kota untuk menyediakan obat yang dibutuhkan. Lalu bersama PMI berkaitan dengan posko kesehatan, dan teman-teman dari kesehatan kita turun ke kabupaten/kota,” tandasnya. (kap/bas)
Editor : Baskoro Septiadi