Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Indonesia Sedang Mengalami Anomali Bencana, Berikut Pesan Dari BMKG

Aby Genta Putra Prasetya • Minggu, 17 Maret 2024 | 17:17 WIB
Ilustrasi kekeringan
Ilustrasi kekeringan

RADARSEMARANG.ID - Rangkaian bencana alam yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia mengindikasikan bahwa iklim cuaca sedang tidak baik-baik saja.

Hal inilah yang disebut sebagai anomali bencana, atau bahasa lainnya yakni krisis iklim.

Bencana seperti banjir di Semarang, Karhutla di Riau dan angin puting beliung di Sumatera Utara, bertubi-tubi mendatangi Indonesia di awal tahun 2024.

Bencana-bencana tersebut terhubung dengan iklim dan cuaca di bumi yang makin panas, seluruh benua sudah merasakan dampaknya, cuaca panas berlebih, banjir, angin puting beliung menyebabkan kerusakan besar di seluruh dunia.

Dilansir website resmi PBB, Sembilan puluh persen bencana-bencana tersebut kini disebut oleh masyarakat sebagai aktifitas cuaca dan iklim akibat pemanasan global.

Yang menyebabkan kerugian cukup besar, yakni hingga 520 Miliar USD per tahunnya, hal lain yang terdampak yakni akibat perubahan cuaca yang ekstrem ini mendorong orang-orang ke jurang kemiskinan.

Diperkirakan oleh World Bank jika tanpa tindakan berarti, lebih dari 140 Juta orang di Afrika, Sub-Sahara, Amerika Latin dan Asia Selatan harus terpaksa bermigrasi dari wilayah mereka pada tahun 2050.

Baca Juga: 104 Bencana Menerjang Sejumlah Wilayah di Jateng Sepanjang 2024, Ini Data Lengkapnya

Perubahan iklim adalah ancaman terbesar terhadap keamanan dan kestabilan perdamaian dunia, efeknya merambat ke kompetisi orang-orang untuk mengumpulkan penunjang untuk bertahan hidup.

Seperti lahan, tanah, makanan, air bersih dan bahan bakar, hal ini menyeret umat manusia menuju konflik tak terbatas.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang terdampak anomali cuaca.

"Sebab (contohnya)ketika satu wilayah terkena banjir, wilayah lainnya dilanda karhutla" ujar Suharyanto dilansir @greenpeace.

Tidak hanya di Indonesia, kondisi ini juga menghantui negara-negara lain, ketika banyak kota di Indonesia mengalami banjir, negara-negara seperti Mexico, Maroko dan Kolombia yang mengalami kekeringan ekstrem.

BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) memperkirakan musim kemarau akan melanda seluruh wilayah di Indonesia nanti pada bulan Mei.

Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk menabung air saat musim hujan seperti sekarang, dengan membuat sumur-sumur resapan, tangki air, ataupun penampungan air demi menjaga ketersediaan air di musim kemarau.

Editor : Baskoro Septiadi
#pemanasan global #BENCANA #anomali cuaca #KEKERINGAN #BMKG #PBB