RADARSEMARANG.ID - Banjir yang terjadi di antara Stasiun Semarang Tawang hingga Alastua menyebabkan perjalanan kereta api terganggu.
Pasalnya rangkaian kereta api tidak bisa menerjang banjir yang merendam rel pusat Daerah Operasi IV ini.
Sebagian besar kereta api yang melintasi Semarang harus memutar melalui jalur tengah dan selatan untuk menghindari banjir.
Hal ini dikarenakan hampir semua lokomotif yang digunakan untuk menarik rangkain kerata api penumpang saat ini merupakan tipe lokomotif diesel elektrik.
Meskipun banyak memiliki kelebihan, namun lokomoti tipe ini tidak bisa digunakan untuk menerjang banjir.
Karena pada bagian bogie atau roda terdapat penggerak listrik atau motor traksi yang sangat rentan kerusakan apabila harus menerjang banjir yang tinggi.
Namun ada satu lokomotif yang sering kali muncul saat banjir di wilayah Semarang yang bertugas menolong rangkaian yang terjebak banjir.
Lokomotif itu adalah BB304 yang merupakan milik Dipo Lokomotif Semarang Poncol (SMC) yang mampu menerjang banjir dengan aman.
BB304 mampu menerjang banjir karena masuk kedalam jenis lokomotif diesel hidrolik, dimana penggerak roda tidak menggunakan motor traksi yang tidak tahan air.
Lokomotif ini menggunakan tenaga mesin diesel untuk memompa oli dan selanjutnya disalurkan ke perangkat hidraulis untuk menggerakkan roda.
Perangkat hidrolik ini memiliki keunggulan tahan terhadap banjir walaupun hampir merendam seluruh penggeraknya.
Hal ini membuat BB304 sering muncul hanya saat terjadi banjir di jalur kereta api Kota Semarang untuk membantu menarik rangkaian menerjang banjir.
Dalam sejarahnya, lokomotif tipe ini merupakan buatan pabrik Fried Krupp, Jerman Barat. Lokomotif ini mulai berdinas sejak tahun 1976 dan 1984.
Memilik daya mesin sebesar 1.160 kW (1.560 hp) dengan berat lokomotif sebesar 52 ton (51 ton panjang; 57 ton pendek).
Lokomotif ini dapat berjalan dengan kecepatan maksimum yaitu 120 km/h (33 m/s).
menggunakan bergandar B'B', artinya memiliki dua bogie, di mana setiap bogienya ada dua poros penggerak yang saling dihubungkan.
Dahulu biasa digunakan untuk dinasan kereta penumpang ataupun kereta barang.
Sebenarnya, lokomotif ini tidak terlalu tua, satu generasi dengan lokomotif CC201.
Namun karena perumka hingga PT KA saat itu yg membuat kebijakan memangkas biaya operasional perawatan armada membuat lokomotif ini seperti berusia tua.
Dan kanibalisasi sering dilakukan sehingga satu persatu lokomotif pun mati sampai hampir tidak ada yang beroperasi.
Sedangkan BB304 yang bertugas di Semarang merupakan BB 304 23R (BB 304 84 11, sebelumnya bernomor BB 304 84 07R) yang sebelumnya merupakan milik depo lokomotif Jember (JR) yang di mutasi pada 2018 untuk keperluan siaga banjir.
Sekaligus menjadi satu-satunya Lokomotif BB304 yang masih hidup sampai saat ini dan menjadi yang paling dicari saat terjadi banjir di Semarang.
Namun tugasnya tidak untuk menarik kereta jarak jauh, terbatas untuk membantu langsiran dipo Semarang Poncol dan menjadi lokomotif penolong saat banjir.
Sebenarnya ada Lokomotif Hidrolik lain yang biasa membantu menerjang banjir di Semarang yaitu CC300 yang merupakan milik Kementerian Pehubungan.
Selain itu juga rangkaian KA Kedung Sepur juga bisa diperbantukan untuk melewati banjir karena merupakan KRD tipe Hidrolik.
Namun penggunaannya keduanya tergantung pada banyaknya kereta api yang terjebak dan debit air yang merendam rel.
Editor : Baskoro Septiadi