Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Mengingat Kembali Amblasnya Jembatan Comal Tahun 2014, Melumpuhkan Pantura Hingga Jakarta-Solo Ditempuh Hampir 24 Jam

Muchammad Nachirul Ichsan • Jumat, 15 Maret 2024 | 17:21 WIB
Peristiwa Amblasnya Jembatan Comal Tahun 2014
Peristiwa Amblasnya Jembatan Comal Tahun 2014

RADARSEMARANG.ID - Munculnya kabar diduga amblesnya Jembatan Comal membuat masyarakat kembali mengingat peristiwa satu dekade lalu.

Tahun 2014 Jembatan Comal pernah amblas pada kedua sisi yang membuat pantura kala itu menjadi lumpuh total.

Peristiwa ambruknya jembatan utama di Pantura Pemalang itu bahkan berimbas sampai ke musim arus mudik lebaran di tahun tersebut.

Arus mudik Lebaran 2014 juga bisa dikatakan sebagai ujian bagi para pemudik di Pulau Jawa, terutama yang melewati jalur Pantai Utara.

Pada arus mudik 2014, Jembatan Comal yang berada di Kabupaten Pemalang ambruk karena tergerus akibat banjir yang melanda Sungai Comal pada Februari 2014.

Banjir tersebut menyebabkan pancang jembatan sisi barat alami kemiringan.

Selain itu, ambruknya juga diakibatkan oleh beban tonase perlintasan yang meningkat tajam.

Akibat ambruknya Jembatan Comal, pihak Polres Pemalang melakukan pengalihan ke jalur alternatif saat itu.

Bahkan para pemudik dari barat ke timur yang ingin melewati Pantura saat itu diupayakan melalui jalur selatan atau jalur tengah.

Meski begitu, nyatanya ambruknya Jembatan Comal membuat kemacetan tak terhindarkan.

Terpantau pada 20 Juli 2014, kemacetan total terjadi di ruas jalur utama Pantai Utara Jawa pasca amblas dan ditutupnya Jembatan Comal.

Ratusan kendaraan pun terjebak kemacetan parah.

Bahkan, ambruknya Jembatan Comal saat itu berdampak kepada tingkat kemacetan mudik di jalur Pansela, karena banyak orang yang menghindari jalur Pantura saat itu.

Salah satu imbas paling terasa adalah transportasi bus, pihak Perusahaan Otobus harus merekayasa rute yang dilewatinya.

Salah satunya adalah bus jurusan Jakarta-Solo yang umumnya memiliki rute melalui jalur Pantura Jakarta-Cirebon-Semarang-Solo.

Namun putusnya jembatan comal harus memaksa merubah rute ke jalur selatan dengan melewati Tegal-Purwokerto-Yogyakarta-Solo.

Secara waktu tempuh umunya saat itu bisa antara 10-12 jam, namun akibat memutar ke jalur selatan bisa tembus 18-20 jam.

Kejadian amblesnya jembatan di musim mudik itu membuat beberapa jalur alternatif mengalami macet total.

Bahkan jalur perkampungan didekat Comal hingga Kabupaten Pekalongan tak luput dari kemacetan.

Banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor memilih untuk melalui jalur alternatif dari Comal hingga Sragi.

Untuk kendaraan besar kebanyakan memilih jalur tengah dan selatan, namun banyaknya kendaraan saat musim mudik membuat macet ada dimana-mana.

Belum lagi saat itu Tol Transjawa belum terhubung hingga daerah Pemalang dan seterusnya.

Membuat kemacetan saat itu semakin menjadi-jadi, banyak kendaraan pengangkut kebutuhan yang tertahan di pantura.

Setelah beberapa kali mengalami perbaikan sementara hingga perbaikan total, Jembatan Comal benar-benar bisa dilalui dengan normal pada Oktober hingga Akhir Tahun 2014.

Semoga peristiwa ini tidak terulang dikemudian hari karena sangat merugikan beberapa aspek ekonomi dan transportasi masyarakat.

 

Editor : Baskoro Septiadi
#AMBLAS #arus mudik 2014 #macet total #pantura #jalur selatan #Jembatan Comal