RADARSEMARANG.ID - Sebuah video viral di media sosial yang diduga pembakaran kotak surat suara Pemilu 2024 di Papua Tengah.
Berdasarkan pantauan, video pembakaran kotak surat suara Pemilu 2024 itu terjadi di Distrik Kebo dan Distrik Yagai, Paniai, Papua Tengah.
Diketahui, video yang memperlihatkan tumpukan kotak surat suara beserta isinya yang terbakar itu terjadi pada Senin (13/2) malam.
Dalam video tersebut, terdengar suara seorang pria yang menungkapkan alasan melakukan pembakaran tersebut dikarenakan tidak ada formulir Model C1-KWK di dalam kotak suara.
Diketahui, formulir Model C1-KWK merupakan formulir rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat TPS.
Tanpa adanya formulir ini, mereka merasa tidak ada jaminan bahwa suaranya akan dihitung dengan benar dan transparan.
Video pembakaran tersebut terpantau mendapat berbagai tanggapan pro dan kontra dari para netizen.
Ada yang mendukung, dan terdapat juga yang mengecam aksi pembakaran kotak surat suara Pemilu 2024 itu.
Namun demikian, beberapa netizen menganggap aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap kecurangan yang terjadi dalam pemilu 2024.
“Selama si ono masih menjabat kardus digembok tetap masih ada dn kecurangaan terpanpang nyata ddepan mata...tp ironisny banyak jg yg milihny...,” tulis akun @ayu****n.
Netizen yang menilai aksi tersebut sebagai tindakan anarkis menurutnya dapat merusak demokrasi dan menghambat proses rekapitulasi suara.
“Bongkar oknum2 tra jelas. Masyarakat berhak kawal demokrasi,” tulis akun @mahardika*****.
Sementara itu, dikabarkan pihak kepolisian dan KPU telah menanggapi peristiwa tersebut melalui Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri.
Pihaknya menyayangkan adanya aksi pembakaran itu, dan telah memerintahkan untuk menambah personel pengamanan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, KPU pusat melalui Komisioner Pramono Ubaid Tanthowi masih menunggu laporan secara detail dari KPU Kabupaten Paniai dan KPU Provinsi Papua Tengah, terkait insiden pembakaran kotak surat suara Pemilu 2024 ini.
Editor : Baskoro Septiadi