Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Gara-gara Sosis, Traveler Wanita ini Nyaris Kena Denda Rp 50 Juta di Bandara Melbourne Australia

Hardiana Ratnasari • Rabu, 31 Januari 2024 | 02:49 WIB
TikToker warga negara Indonesia berbagi pengalamannya, nyaris kena denda bandara Melbourne saat dirinya berlibur ke Australia. (TikTok @mamaksven)
TikToker warga negara Indonesia berbagi pengalamannya, nyaris kena denda bandara Melbourne saat dirinya berlibur ke Australia. (TikTok @mamaksven)

RADARSEMARANG.ID – Seorang traveler warga negara Indonesia mendapat pelajaran berharga saat dirinya berlibur ke Australia, dimana ia nyaris kena denda pihak bandara Melbourne sebesar 5000 AUD (Rp 50 juta).

Melalui akun media sosial TikTok-nya, @mamaksven, ia membagikan pengalamannya tersebut, pada Senin (29/01/2024).

“Niat mau healing, malah bikin kepala pening,” tulisnya pada caption.

Dalam unggahannya, pemilik akun membagikan beberapa foto dalam beberapa slide.

Pada slide pertama, ia berbagi foto dirinya yang tengah menggendong putrinya di bandara, dan menceritakan bahwa dirinya nyaris kena denda oleh pihak bandara sebesar Rp 50 juta.

“KENA DENDA 5000 AUD (50 juta rupiah) di bandara Melbourne Australia!” tulisnya.

Di foto berikutnya, ia memosting foto dirinya bersama suami dan sang putri, seraya menuliskan nasihat agar para warganet berhati-hati apabila ingin berlibur ke Australia.

“Hati-hati yang mau liburan atau travelling ke Australia, baca baik-baik declaration form sebelum imigrasi. And beware sama barang-barang yang kalian bawa.”

Apa pasal? Pemilik akun @mamaksven ini bercerita, saat masih berada di pesawat, putrinya tidak sempat memakan makanan yang disajikan di pesawat, dan kemudian menyimpan makanan tersebut di stroller sang putri.

“Jadi ceritanya, pas di pesawat dari jakarta ke Melbourne, anakku gak sempet makan makanan pesawat karena dia tidur sepanjang malam,” bebernya.

“Soooo, akhirnya aku bawa makanan itu dan taro di bawah stroller takut kalo dia kelaperan,” lanjutnya.

Pada slide berikutnya, kisah berlanjut dengan kejadian saat dirinya sudah tiba di bandara Melbourne dan mengantri di imigrasi.

Masalah mulai timbul ketika ia diminta mengisi formulir pernyataan apakah dirinya membawa unggas, daging, telur, atau ikan. Dan dengan polosnya, pemilik akun @mamaksven ini menyatakan ‘Tidak’.

“Sampailah kita di bandara Melbourne dan ngantri imigrasi, DENGAN PINTARNYA KITA TICK ‘NO’ DI FORM DECLARATION BAGIAN: Are you bringing poultry, meat, eggs, fish?”

“SAMA SEKALI GAK MENGIRA KALAU MAKANAN DARI PESAWAT ITU PERLU DIDECLARE KARENA SUDAH PASTI TERUJI AMAN, but surprisingly no.”

Baca Juga: Merasa Janggal Perut Mendiang Kakaknya Terbelah, Wanita ini Tuntut Kejelasan Riwayat Pasien dari RS Awal Bros Batam

Ternyata, makanan dari pesawat yang semalam ia simpan di stroller putrinya itulah yang menjadi masalah, sebab makanan yang mengandung sosis tersebut terendus oleh anjing anjing pihak imigrasi.

“Pas ngelewatin imigrasi, anjing polisinya ngendus stroller kita dan mreka nemuin makanan dari pesawat Garuda yang isinya sosis dan sayuran,” ungkapnya.

“Dengan entengnya mereka bilang: “Do you know what you bring? Why you tick no? Can’t you read? Sorry you have to pay fine 5000 AUD / 50 juta rupiah!! Rasanya kepala mau pecah.”

Baca Juga: Penumpang Etihad Nangis Histeris Gagal Terbang Gara-gara Kelebihan Bagasi, Ngaku Dikasari Petugas Arogan

Namun beruntungnya, pemilik akun @mamaksven ini mencoba bernegosiasi dan berusaha meyakinkan pihak imigrasi bahwa mereka sama sekali tidak mengetahui bahwa hal tersebut dilarang, dan akhirnya pihak imigrasi memaklumi dan membatalkan denda.

“But we negotiated! Berusaha ngeyakinin mereka kalau kita gak sengaja dan clueless. Praise The Lord, kita dikasi kesempatan kedua, Cuma dikasi peringatan, dan dicatet di sistem mereka.”

“Jadi, kalau kita ke Australia lagi dan ngelakuin sedikit kesalahan di declaration form, kita harus bayar fine itu senilai 50 juta,” jelasnya.

“Thank God, bersyukur sampe nangis... Rejeki anak, gajadi boncos sebelum liburan,”

Baca Juga: Momen Haru Wisudawan Disabilitas Salaman Pakai Kaki dengan Sang Rektor di Acara Wisuda Universitas Brawijaya

Di slide terakhir, pemilik akun @mamaksven ini membagikan tips bagi warganet yang ingin travelling ke Australia, sebaiknya berhati-hati terhadap barang / makanan apa saja yang dibawa turun dari pesawat, disebabkan Asutralia sedang mewaspadai HFMD (Hand, Foot, Mouth Disease).

Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau penyakit pada tangan, kaki, dan mulut adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus, yang sangat mudah menular.

“Wajib declare kalau kalian bawa: daging, ikan, sayur, telur, seafood dan makanan yang mengandung itu seperti snack pun wajib tick ‘yes’. Mereka lagi aware sama foot mouth disease.”

“Obat-obatan apapun, sepatu kotor, barang contoh/komersial untuk business. Kalau bawa rokok lebih dari 50 batang,” rincinya.

Postingan pemilik akun @mamaksven ini telah ditonton sebanyak 2,9 juta kali tayangan, dan memanen ribuan komentar warganet.

“emang makanan dari pesawat tidak boleh dibw turun,” kata akun @kal_bar125.

“Pernah nonton program imigrasi bandara gitu di Nat Geo kalo gak salah, kalo ada isian gitu, kata mereka, 'kalo gak yakin, centang yes aja',” tulis akun @x.ravini.

“ku juga pernah di perth, yougurth dipesawat kebawa turun. Tp untung petugas imigrasi baik, saya hanya dikasih peringatan,” kata akun @dmsylaugh.

“kemarin ke Korea pakai Garuda, diatas pesawat pramugarinya selalu ingatin 'makanannya harus dimakan ya, jgn dibawa turun ke imigrasi, nanti kena denda',” tulis akun @hanum.yah.

“Aku selalu tick yes, even minyak kayu putih kedeclare sebagai obat, mending diperiksa daripada denda dan ditandain bener deh,” kata akun @ismalafia.

Editor : Baskoro Septiadi
#bandara melbourne #denda 50 juta