RADARSEMARANG.ID - Ikan Mujair menjadi salah satu ikan yang diburu para pemancing terutama di wilayah air tawar hingga payau.
Sensasi tarikannya hingga sasa dagingnya yang enak membuat ikan ini digemari, bahkan diperjualbelikan di pasaran.
Namun ikan Majaer yang banyak ditemukan diberbagai perairan tawar di Indonesia bukanlah spesies yang asli dari tanah air.
Ikan Mujair, atau yang secara ilmiah dikenal sebagai Oreochromis mossambicus, berasal dari wilayah perairan tawar Afrika Selatan dan Timur.
Namun, melalui proses transmigrasi dan perkenalan dalam berbagai program budidaya ikan, ikan Mujair telah menyebar ke berbagai negara di seluruh dunia.
Ikan Mujair memiliki ciri-ciri morfologi yang menarik. Tubuhnya oval dan pipih dengan sisik yang halus, serta warna yang cenderung keperakan atau keabu-abuan.
Ikan ini memiliki sirip punggung yang panjang dan dada yang melengkung indah.
Sementara itu, warna ekornya bervariasi dari merah muda hingga oranye, memberikan sentuhan keindahan yang khas.
Ikan Mujair pertama kali diperkenalkan di Asia Tenggara melalui program pembenihan dan perikanan.
Indonesia menjadi salah satu negara yang menyambut baik kedatangan ikan Mujair ini.
Sejak itu, ikan Mujair telah menjadi salah satu ikan konsumsi populer di Indonesia dan negara-negara tetangga.
Budidaya ikan Mujair tidak hanya terbatas di Indonesia. Negara-negara seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Filipina juga aktif dalam mengembangkan budidaya ikan Mujair.
Keberhasilan adaptasi ikan Mujair di berbagai kondisi perairan membuatnya menjadi pilihan yang menarik untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan produksi perikanan di berbagai negara.
Dalam hal kuliner, ikan Mujair dikenal memiliki daging yang lezat dan tekstur yang kenyal.
Ikan ini dapat diolah menjadi berbagai hidangan lezat, mulai dari ikan bakar, ikan goreng, hingga sup ikan.
Kelezatan ikan Mujair membuatnya diminati oleh banyak orang di berbagai belahan dunia.
Editor : Baskoro Septiadi