Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Google Masih Akan PHK Karyawannya di 2024, Bos Pichai Ungkap Alasan, Mantan Manajer Beri Tanggapan Mengejutkan

Aris Hariyanto • Rabu, 24 Januari 2024 | 18:36 WIB
Ilustrasi, Google PHK Karyawannya.
Ilustrasi, Google PHK Karyawannya.

RADARSEMARANG.ID - Salah satu perusahaan teknologi raksasa di dunia, Google, belum lama ini dikabarkan masih akan melakukan PHK kepada karyawannya.

Sebelumnya, Google telah memecat 12 ribu karyawannya pada 2023 lalu, namun CEO Google Sundar Pichai menyebut PHK masih mungkin akan terjadi lagi di 2024 ini.

Meski begitu, pihak Google telah mengumumkan akan melakukan PHK lagi terhadap 12.000 karyawan di seluruh dunia.

PHK tersebut merupakan PHK terbesar sepanjang sejarah 25 tahun keberadaan Google, yang tertulis dari laman blog resminya.

Bos Pichai mengatakan bahwa, PHK ini dilakukan untuk menghindari masalah yang lebih besar di masa depan, sesuai dengan perintah dari investor Google, TCI.

Diketahui, perintah investor tersebut menginginkan Google untuk lebih fokus pada bisnis inti dan meningkatkan efisiensi operasional.

Menurut Pichai, PHK ini merupakan bagian dari rencana restrukturisasi Google yang bertujuan untuk memperkuat posisi Google di pasar teknologi global.

Pichai mengungkapkan bahwa Google akan menghadapi persaingan yang ketat dari perusahaan-perusahaan lain.

Perusahaan yang dimaksud seperti Amazon, Facebook, Microsoft, dan Apple, yang terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk baru.

Akibatnya, diketahui sekitar 1.000 pegawai di divisi Pixel, Fitbit dan Tension mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Diketahui, sebagian karyawan terkejut dan marah atas PHK yang dilakukan oleh perusahaan Google.

Mereka menilai hal yang dilakukan Google itu merupakan tindakan yang semena-mena, lantaran pemecatan tersebut dilakukan hanya melalui email.

Banyak karyawan yang mengungkapkan bahwa mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk berbicara atau bernegosiasi dengan manajemen Google.

Di sisi lain, mantan manajer Google yang terkena PHK mengatakan “Silakan sebut aku kolot, tapi kupikir jika ada situasi di mana kalian harus memecat seseorang, kalian harus bertemu mereka langsung”.

“Melihat mata mereka dan mengakui kemanusiaan mereka," imbuh Kennet Smitg, mantan manajer Google yang sudah di-PHK.

Sementara itu, TCI yang diketahui memiliki saham sebesar 5% di Google, dikenal sebagai salah satu hedge fund terbesar di dunia.

Pihaknya telah menekan Google untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengembalikan keuntungan yang lebih besar kepada pemegang saham.

Selain itu, TCI dikabarkan telah mengancam akan menjual sahamnya jika Google tidak memenuhi tuntutannya.

Editor : Baskoro Septiadi
#google #karyawan #PHK #TCI #Sundar Pichai #mogok kerja