RADARSEMARANG.ID - Usai pembahasan panas Tentang alutsista bekas, Kementerian Pertahanan resmi teken kontrak pengadaan pesawat tempur baru.
Konfirmasi kontrak alutsista udara ini diumumkan Kementerian Pertahanan melalaui akun resmi instagram @kemenhanri pada Selasa (9/1).
Kementerian yang dipimpin Prabowo Subianto itu mengumumkan kontrak ketiga pemesanan pesawat jet tempur Rafale telah diaktifkan.
Dalam website resmi dassault-aviation.com juga diumumkan kontrak pengadaan Jet Tempur Rafale asal Prancis ini.
“Dalam memilih Rafale, Indonesia telah memilih alat unik untuk kedaulatan dan kemandirian operasional yang akan membantu mengkonsolidasikan perannya sebagai kekuatan regional yang besar. Pilihan ini juga mengkonsolidasikan kerja sama industri dan akademik yang ambisius. Kami berkomitmen penuh untuk menyukseskan kemitraan ini, dengan visi jangka panjang yang tegas,” kata Eric Trappier, Chairman dan CEO Dassault Aviation dalam website resminya.
Dalam tahap ketiga ini kemenhan secara efektif teken kontrak untuk 18 unit pesawat tempur.
Dengan aktifnya kontrak pembelian alutsista dari Prancis ini, maka total pesanan untuk Rafale sebanyak 42 unit yang akan terus diproses.
Sebelumnya, Kemhan telah mengefektifkan kontrak pengadaan tahap pertama dengan Dassault Aviation, pada September 2022 untuk 6 unit.
Dengan efektifnya kontrak tahap ketiga ini, Dassault Aviation akan memulai proses pembuatan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut, dimana unit pertama akan tiba di Tanah Air pada tahun 2026.
Kedatangan pesawat tempur Rafale beserta persenjataan dan perangkat pendukungnya dalam beberapa tahun mendatang diharapkan akan meningkatkan kekuatan dan kesiapan TNI AU secara signifikan.
Pengadaan pesawat tempur ini sebagai bagian dari komitmen kementerian pertahanan dalam memperkuat kedaulatan Indonesia.
"Komitmen Menteri Pertahanan Prabowo Subianto untuk memperkuat pertahanan Indonesia dan memberikan alutsista terbaik bagi TNI kembali menunjukkan hasil nyata" tulis kemenhan.
Setjen Kemhan menjelaskan, Rafale merupakan pesawat tempur canggih generasi 4.5 yang menjadi salah satu pesawat andalan negara-negara anggota NATO.
Rafale termasuk dalam kategori pesawat omnirole sehingga mampu melakukan berbagai jenis misi.
Mulai superioritas udara dan pertahanan udara, dukungan udara jarak dekat, serangan in-depth, pengintaian udara, sampai serangan anti-kapal.
Kelebihan Rafale lainnya adalah kompatibilitasnya dengan berbagai macam persenjataan seperti rudal udara-ke-udara jarak jauh 'Beyond Visual Range' (BVR) METEOR dan MICA.
Berbagai jenis persenjataan lain juga bisa dipasang pada pesawat tempur Rafale.
Seperti rudal stand-off jarak jauh SCALP, rudal anti-kapal AM39 EXOCET, bom berpemandu laser, bom klasik tanpa pemandu dan meriam internal NEXTER 30M791 30 mm yang mampu memuntahkan 2.500 peluru/menit.
Editor : Baskoro Septiadi