RADARSEMARANG.ID - Sistem pertahanan negara dan pengadaan alutsista menjadi topik panas yang dibahas dalam debat Capres pada Minggu malam (8/1).
Alusista adalah kepanjangan dari Alat Utama Sistem Senjata Tentara Nasional Indonesia, alat ini memliputi kendaraan tempur militer baik di darat, laut, dan udara.
Menurut Peratutan Menteri Petahanan, Alutsista memiliki arti alat peralatan utama beserta pendukungnya yang merupakan suatu sistem senjata yang memiliki kemampuan untuk pelaksanaan tugas pokok TNI (Tentara Nasional Indonesia).
Saat ini, kebanyakan alutsista yang dimilik Indonesia merupakan produk import dari luar negeri dan tidak semuanya dibeli dalam keadaan baru.
Namun saat ini ada perusahaan Indonesia yang sebenarnya sudah mampu memproduksi sendiri beberapa alutsista seperti Panzer, Tank, Ranting, Senjata Api, dan lain-lain.
Perusahaan tersebut adalah PT. Pindad atau Pusat Industri Angkatan Darat, perusahaan yang merupakan BUMN ini berkedudukan di Bandung, Jawa Barat.
Didirikan pada tahun 1808 selama era kolonial Belanda sebagai pabrik senjata kecil.
Seiring berjalannya waktu, perusahaan ini berkembang menjadi industri pertahanan yang dinamis dan inovatif yang melayani pasar domestik dan internasional.
Beberapa produknya juga sudah memperkuat armada militer Tentara Nasional Indonesia, selain itu beberapa angkatan negara lain juga memesan produk dari Pindad seperti Amerika, Thailand, Bangladesh, dan lain-lain
Pindad telah melahirkan beberapa produk alutsista yang beragam, mulai dari senjata kecil hingga kendaraan lapis baja dan sistem aerospace.
Contoh pertama adalah kendaraan lapis baja Anoa mencakup Anoa 6x6 dan Anoa 4x4. Kendaraan ini dilengkapi dengan perlindungan lapis baja canggih dan dirancang untuk mengangkut pasukan dan peralatan dengan aman di lingkungan yang menantang.
Selanjutnya dalam kerjasama dengan perusahaan pertahanan Turki, PT Pindad mengembangkan Kaplan MT, tank berat medium.
Tank ini menggabungkan kekuatan tembak, mobilitas, dan perlindungan, menjadikannya aset yang tangguh di medan perang.
Kemudian ada APC Badak adalah produk unggulan lainnya yang dirancang oleh PT Pindad.
Kendaraan ini berfungsi sebagai platform yang serbaguna untuk berbagai operasi militer, memberikan transportasi bagi pasukan dan memastikan keamanan mereka dalam situasi berisiko tinggi.
Untuk memperluas keberadaannya di bidang aerospace, PT Pindad berkolaborasi dalam pengembangan N219 Nurtanio, pesawat utilitas bermesin ganda. Pesawat ini dirancang untuk berbagai misi, termasuk transportasi penumpang, kargo, dan evakuasi medis.
Dari sektor senapan ada Rifle Grenade Launcher PT Pindad adalah aksesori senjata serbaguna yang meningkatkan daya tembak pasukan infanteri.
Ini memungkinkan prajurit untuk melibatkan target pada jarak yang lebih jauh dan memberikan cara yang efektif untuk menonaktifkan posisi musuh.
Senapan serbu (SS) beragam seri seperti Seri SS2, termasuk SS2, SS2-V1, dan SS2-V4, merupakan serangkaian senapan serbu modern yang dirancang untuk berbagai aplikasi militer.
Senapan ini dikenal karena kehandalannya, akurasi, dan adaptabilitasnya dalam berbagai skenario pertempuran.
Saat Indonesia terus memperkuat kemampuan pertahanannya, PT Pindad tetap menjadi aset penting dalam menyediakan solusi canggih untuk kebutuhan keamanan negara.
Editor : Baskoro Septiadi