RADARSEMARANG.ID - Kasus laka lantas antara bus PO Haryanto yang seruduk mobil Pajero belum juga menemui titik terang.
Berawal dari tuduhan akun media sosial korban yang mengatakan PO asal kudus tersebut tak bertanggung jawab pasca kejadian.
Kejadian pada bulan lalu (24/12) ini menjadi viral dan banyak pihak yang berspekulasi akibat postingan tersebut.
Dilansir dari radarkudus.jawapos.com, Haji Haryanto selaku pemilik perusahaan buka suara atas masalah tersebut.
Pria yang disapa Pak Haji ini mengaku akan mengambil langkah hukum atas kejadian tersebut, Sebab ada dugaan pencemaran nama baik.
Ayah dari Rian Mahendra ini juga menjelaskan kronologi yang melibatkan armadanya di Tol Batang itu.
Menurutnya, kecelakaan ini musibah dan telah menjadi takdir Tuhan. Kecelakaan ini ada sebab dan akibat.
Dari rekaman CCTV yang beredar, menurut Haryanto mobil Pajero tersebut berjalan pelan. Padahal di jalan tol telah diatur batas kecepatan minimal dan maksimum pengendara.
Untuk tuduhan pengemudi yang kabur, Haryanto menampiknya karena bus mengalami kerusakan dan berhenti kurang lebih 100 meter didepan mobil korban.
”Sopir saya tidak kabur. Itu fitnah. Di jalan tol ga bisa sembarangan. Bus berhenti 100 meter di depan mobil yang tertabrak dan membantu mengevakuasi,” tegasnya.
Pihak PO asal Kudus ini telah mengutus karyawannya untuk menjenguk korban yang mendapat perawatan di rumah sakit sebagai tanggung jawab manajemen.
Akan tetapi pihak korban diduga tak mengindahkan upaya dari manajemen.
Proses mediasi juga telah dilakukan di Polres Batang. Ia meminta insiden kecelakaan ini diselesaikan dengan kepala dingin.
Bahkan pihaknya siap mencari jalan tengah dan solusi atas kerusakan mobil milik korban.
Menyangkut kasus tabrakan yang viral tersebut, pihak Haryanto mempertanyakan kembali.
Apakah keabsahan keterangan yang diunggah di sosial media korban itu benar atau tidak.
Pihaknya siap mengambil langkah hukum dan siap menuntut balik apabila keterangan itu tidak benar.
Editor : Baskoro Septiadi