RADARSEMARANG.ID - Usai viralnya kasus kecelakaan bus PO Haryanto yang menabrak Pajero di ruas Tol Weleri, manajemen beri klarifikasi atas tuduhan yang dilayangkan korban.
Melalui salah satu manajemen PO yaitu Muhammad Syafiq, dalam akun instagramnya @syafiq.muhammad17 menerangkan beberapa poin yang viral beberapa hari ini.
Salah satunya ia buka suara bahwa korban menuntut ganti rugi sebesar Rp 1 Miliar akibat kecelakaan tersebut.
Syafiq menjelaskan jika PO Haryanto memiliki divisi laka untuk mengurusi insiden yang dialami armadanya di jalan termasuk memberikan santutan ke korban.
Manajemen mengirimkan tim divisi laka untuk menemui korban dan melaporkan ke manajemen bahwa korban meminta ganti rugi fantastis.
"Waduh mas ini gimana mas, ini mintanya tuntutannya Rp1 miliar"," ujar Syafiq sambil mengulang kata timnya.
Mendengar korban yang meminta ganti rugi 1 Miliar, Syafiq meminta upaya untuk mediasi terlebih dahulu.
Menantu Haji Haryanto tersebut berpikir negosiasi agar ada kesepakatan yang tidak merugikan kedua belah pihak.
"Nah saya jawab ini "Gini aja mas kita tetap bertanggung jawab, kita gak lari, jadi kita mediasi saja, nanti kita rempugan untuk mencari kesepakatan", yang mana kesepakatan itu yang tidak merugikan bagi korban dan juga tidak memberatkan bagi kami," ujar Syafiq.
Namun hingga saat ini proses mediasi belum menemukan kata sepakat untuk pihak PO dan korban laka.
"Sampai saat ini pun masih ada mediasi, dan hari ini pun tim kami sedang mediasi dengan korban, yang mana mungkin untuk saat ini belum tercapai kesepakatannya," tambahnya.
Syafiq juga menjelaskan poin tuduhan lainnya yang dilayangkan korban lewat akun media sosialnya.
Hal tersebut dia lakukan agar tidak menjadi bola liar di masyarakat, ia juga mengakui kalau pihaknya adalah yang bersalah dalam kasus ini dan sudah ada itikad untuk tanggung jawab.
"Atas kejadian ini kami minta maaf sebesar-besarnya, kami tanggung jawab, kami sudah mediasi juga termasuk dengan bapak penyidik, korban meminta ganti rugi 1 miliar, kami negoisasi memberi ganti rugi separuhnya, tapi korban bersikukuh tidak mau, jadi bukannya kami tidak tanggung jawab sama sekali, dan posisi juga kami mau mediaasi ulang, terima kasih," bunyi dari akun @syafiq.muhammad17
Editor : Baskoro Septiadi