Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Punya Arti Kuda Para Bangsawan, Inilah Profil KA Turangga yang Terlibat Kecelakaan di Cicalengka

Muchammad Nachirul Ichsan • Jumat, 5 Januari 2024 | 21:57 WIB
Mengenal KA Turangga yang Terlibat Kecelakaan Hari Ini
Mengenal KA Turangga yang Terlibat Kecelakaan Hari Ini

RADARSEMARANG.ID - Kereta Api Turangga mengalami kecelakaan dengan bertabrakan dengan KA Commuter Line Bandung Raya, Jumat (5/1).

Peristiwa yang terjadi di kilometer 181+700 petak antara Stasiun Haurpugur dengan Stasiun Cicalengka terjadi pada pukul 06.03 WIB.

Tabrakan yang terjadi di Rel tunggal antara KA Lokal Bandung Raya yang bertabrakan dengan KA Turangga relasi Surabaya Gubeng - Bandung.

Kereta Api Turangga merupakan Kereta Api jarak jauh yang melayani rute Bandung tujuan Surabaya Gubeng melalui Lintas Selatan Jawa.

Kereta api yang menempuh jarak sejauh 696 kilometer dalam waktu sekitar 10 jam 14 menit itu memiliki waktu keberangkatan dari stasiun awal pada malam hari dan tiba di stasiun akhir pada keesokan paginya.

Kereta ini memiliki layanan kelas eksekutif dan membawa satu kereta panoramic, serta memiliki rute yang sama dengan Argo Wilis.

Nama Turangga sendiri diambil dari nama hewan yaitu kuda, menurut kepercayaan masyarakat, Turangga adalah nama lain dari kuda tunggangan para bangsawan.

Kuda menjadi lambang kecepatan dan kekuatan dalam berbagai situasi, nama ini diharapkan bisa memberikan layanan yang memuaskan untuk penumpang.

Kereta Api Turangga pertama kali beroperasi pada 1 September 1995 melayani rute Bandung-Surabaya dengan layanan kelas bisnis plus dan eksekutif.

Sejak 11 Oktober 1999, kereta tesebut hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan rangkaian kereta baru dari PT INKA.

Beberapa kali mengalami perubahan sarana, kini KA Turangga menggunakan rangkaian stainless steel sejak tahun 2018.

Turangga sempat mengalami perpanjangan relasi hingga stasiun Gambir pada 1 Desember 2019, namun hanya bertahan sampai 1 September 2020 akibat pandemi Covid-19.

Sehingga layanan kembali hanya sampai stasiun Bandung dan menggunakan nomor perjalanan 65 dan 66.

Kecelakaan adu banteng hari ini membuat lokomotif dan gerbong depan KA Lokal Bandung Raya mengalami ringsek.

Akibatnya masinis dan asisten masinis Bandung Raya dikabarkan gugur akibat terjepit badan lokomotif yang ringsek.

Sedangkan lokomotif KA Turangga hanya mengalami sedikit kerusakan pada bagian muka depan dan masinis serta asisten dikabarkan selamat.

Namun dari rilis informasi @kai121_ terdapat dua korban meninggal dunia di KA Turangga yaitu Pramugara dan Security.

"KAI sangat berduka dan menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya empat petugas KA, terdiri dari masinis, asisten masinis, pramugara, dan security'" tulis akun instagram @kai121_

Editor : Baskoro Septiadi
#cicalengka #commuterline bandung raya #KA Turangga #kecelakaan kereta api