RADARSEMARANG.ID- Sehari setelah merayakan pergantian tahun baru, warga Jepang dikagetkan dengan gempa bumi yang terjadi di Prefektur Ishikawa, Jepang Tengah.
Awal goncangan diperkirakan terjadi pada 1 Januari 2024 pada pukul 16.10 GMT.
Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter ini mengguncang sebagian besar wilayah yang kental dengan kebudayaan tersebut.
Gempa ini diwartakan @noersyamnoer2 melalui akun X @merapiuncover menjelaskan bahwa gempa berkekuatan besar ini juga sampai dirasakan di Kota Nagoya.
Bahkan gempa ini juga membatalkan konferensi pers saat pertandingan sepakbola antara Jepang dan Thailand di Japan National Stadium.
Pertandingan ini juga dikabarkan akan dihadiri oleh salah satu pejabat penting di PSSI, yakni Erick Tohir.
Beberapa rumah bahkan mengalami kerusakan fatal akibat goncangan dahsyat di Ishikawa.
Salah satu video yang viral memperlihatkan bahwa guncangan ini juga hampir memporakporandakan stasiun lokal di Niigata untuk kereta Shinkanshen, atau kereta cepat kebanggaan masyarakat Jepang.
Dalam video berdurasi 43 detik memperlihatkan penumpang sedang menunjukkan kondisi stasiun yang terguncang akibat gempa tersebut.
Sebuah papan penanda keberangkatan juga rusak akibat goncangan tersebut sampai berayun berulang kali saat video diarahkan ke papan tersebut.
Sang pengupload dalam bahasa Jepang menjelaskan kronologi atas kejadian mencekam yang baru saja ia saksikan.
Baca Juga: Kebakaran Gedung Indosat Semarang Diduga karena Ini, Warga Keluhkan Sinyal Hilang
Dilansir akun X @AliceKi1a7, ia mengatakan "Di dalam Shinkansen lokal. Apakah intensitas seismiknya 6? Awalnya saya mengira stasiun itu akan runtuh. Saya akan mencoba yang terbaik untuk tidak mati"
"Tampaknya tsunaminya akan mencapai 3m, tetapi Stasiun Niigata tingginya 10m, jadi diputuskan lebih baik tinggal di sini daripada keluar. Kami mengikuti instruksinya, tapi sejujurnya, kami pikir akan lebih baik untuk segera keluar setelah gempa mereda dan mendaki sejauh mungkin dari laut dan ke tempat yang lebih tinggi. Aku mungkin mati, adikku juga menangis dan itu sulit."
Media televisi di seluruh Jepang sudah memberi peringatan dan himbauan bagi seluruh warga untuk menghindari daratan yang menghadap pantai Jepang dikarenakan adanya potensi terjadinya tsunami.
Pemerintah Jepang menginformasikan kepada warga untuk segera melakukan evakuasi mandiri dan tidak mendekati area lepas pantai, terkhusus wilayah Prefektur Ishikawa, Prefektur Noto, Prefektur Niigata dan Prefektur Toyama.
Dilansir akun X/Twitter @greghill, "Stasiun TV Jepang sudah menghimbau masyarakat untuk segera lari ke tempat yang lebih tinggi! Ini serius. Gelombang setinggi 5 meter diperkirakan terjadi di Ishikawa".
Editor : Baskoro Septiadi