Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Pakar Bagikan Penyebab Cuaca Panas Berkepanjangan, Diperkirakan Sampai Bulan Mei Tahun Depan!

Aby Genta Putra Prasetya • Kamis, 21 Desember 2023 | 20:16 WIB
demografis penyebaran suhu cuaca
demografis penyebaran suhu cuaca

RADARSEMARANG.ID - Hilangkan dahulu pemikiran tentang Desember yang sejuk dan berhujan lebat, bulan ini kini terasa tak menentu.

Meskipun sudah memasuki akhir bulan desember, tetapi cuaca di berbagai titik pulau Jawa masih terasa membakar kulit saking teriknya.

Kenapa bisa musim panas ini terasa lebih panjang, sedangkan biasanya bulan Desember selalu identik dengan hujan lebat dan cuaca yang sejuk.

Hal ini dijelaskan oleh Dr Erma Yulihastin, seorang klimatologis di BRIN, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Dalam sebuah utas yang diposting Dr Erma di akun Twitternya @EYulihastin, Ia menjelaskan bagaimana penyebab fenomena ini terjadi.

"Fenoma ini disebabkan oleh intrusi udara kering dari selatan pulau Jawa dan Australia yang terbawa oleh angin selatan yang kini mendominasi pulau Jawa".

Dr Erma menambahkan bila penyebab keringnya cuaca yang terjadi di sebagian wilayah pulau Jawa juga merupakan efek dari El Nino.

Dilansir website BMKG NTB, El Nino sendiri adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Pengurangan curah hujan inilah yang mengakibatkan cuaca menjadi panas terik akibat kurangnya debit air yang masuk lewat siklus hujan.

El Niño semakin menguat dan diprediksi intensitasnya memuncak pada Desember-Januari. Hal ini ditandai dengan pendinginan suhu muka laut hingga lapisan termoklin di wilayah pulau Papua yg semakin meluas dan menebal. Menurut Dr. Erma ia mengatakan Jika laut dingin maka awan dan hujan sulit terbentuk.

Baca Juga: Tak Dituruti Kemauannya Wanita Bakar Ijazah Pria Ini, Netizen: Merusak Properti Orang juga Bisa Dipidana!

Hal lain yang menyebabkan cuaca makin panas adalah IOD (Indian Pasific Dipole) tahap positif dan MJO yang saat ini lemah di Samudra Pasifik sehingga kecil potensi untuk terbentuk awan di Samudra Hindia yg menuju ke Indonesia.

Awan dari utara, utamanya Filipina dan Samudra Pasifik Utara yang membawa unsur-unsur hujan ditahan oleh bibit siklon daerah tersebut.

Kesimpulannyq, tidak ada potensi terjadinya awan hujan dari berbagai sisi, diutara terhalang siklon tropis, barat MOJ dan IOD lemah, sedangkan dari selatan terhalang oleh fenomena El Niño.

Sedangkan untuk jangka waktu terjadinya fenomena cuaca panas berkepanjangan ini diperkirakan akan bertahan hingga Mei 2024.

Dr Erma menambahkan "Setidaknya selama dasarian 2-3 Desember kita di Jawa masih harus bersabar menunggu hujan. Meski begitu, kita juga mesti bersiap dg hujan ekstrem yg dapat terjadi pasca dry spells. Ingat, El Niño masih 5-6 bulan lagi hingga Mei 2024!" dilansir akun pribadinya @EYulihastin.

Editor : Baskoro Septiadi
#suhu #desember #berkepanjangan #CUACA #el nino #panas