Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Tragedi Bunuh Diri Satu Keluarga di Malang, Sang Ayah Tulis Pesan Wasiat di Kaca Rias untuk Anak yang Selamat

Hardiana Ratnasari • Jumat, 15 Desember 2023 | 18:10 WIB
Ilustrasi kaca rias (Sumber: www.freepik.com)
Ilustrasi kaca rias (Sumber: www.freepik.com)

RADARSEMARANG.ID – Tragedi bunuh diri yang dilakukan tiga orang dalam satu keluarga di Dusun Boro Bugis RT 03 RW 01, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Selasa (12/12/2023) ini mulai terkuak motifnya.

Berdasar hasil penyelidikan sementara, Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Gandha Syah Hidayat mengungkapkan, motif satu keluarga bunuh diri tersebut diduga tak jauh dari perkara utang.

"Dari sini kita bisa menyimpulkan sementara untuk motif tindakan yang dilakukan oleh almarhum bapak WE ini lebih ke arah motif ekonomi," ujar AKP Gandha dikutip dari Jawapos.com, pada Rabu (13/12/2023).

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang korban yang diduga bunuh diri adalah sepasang suami istri, yaitu WE (44), dan S (40), bersama salah seorang dari anak kembar mereka yang masih duduk di kelas VII SMP, yaitu ARE (12). Sementara satu anak kembar lainnya, AKE (12), selamat.

Di TKP, polisi menemukan pesan wasiat yang ditulis WE dengan spidol hitam di kaca rias kamar belakang. Tulisan tangan dalam pesan wasiat tersebut ternyata identik dengan tulisan tangan di buku agenda milik WE. Berikut isi pesan yang tertulis di kaca rias:

"Kakak jaga diri,

Papa, mama, adik pergi dulu.

Nurut uti, tante, dan om.

Belajar yang baik.

Uang papa mama untuk pemakaman jadi satu. Love u kakak"

Baca Juga: Bunuh 4 Anak Kandung Dengan Dibekap Sambil Direkam, Panca Darmansyah Terancam Hukuman Mati

Polres Malang setidaknya telah meminta keterangan dari tujuh orang saksi dalam kasus dugaan bunuh diri tersebut. Salah seorang di antaranya adalah ketua Rukun Warga (RW) setempat yang merupakan tetangga korban.

Polisi juga telah meminta keterangan AKE. Dari pemeriksaan, WE ternyata pernah meminta tolong untuk meminjam sejumlah uang.

"Beberapa orang saksi yang kita mintai keterangan, memberikan informasi bahwa beberapa kesempatan yang lalu, yang bersangkutan WE pernah memohon, meminta tolong untuk meminjami sejumlah uang," kata AKP Gandha.

Berdasar penyelidikan, utang yang ditanggung WE merupakan utang perseorangan. Dan satu pekan sebelum tragedi bunuh diri terjadi, WE sempat mengatakan kepada sejumlah saksi bahwa ia belum dapat membayar utang.

WE adalah seorang guru di salah satu SD Negeri di Kecamatan Sukun, Malang. Sementara istrinya, S, berjualan kue di rumah. Belum diketahui berapa jumlah utang WE, dan belum diketahui juga apakah WE terlibat utang pinjaman online atau tidak.

"Sementara ini kami menemukan yang ada faktanya itu orang perseorangan. Karena sampai saat ini faktanya memang keluarga terdekat dan rekan kerja beliau tidak pernah mendapat WA (WhatsApp) teror atau SMS teror yang identik dengan pinjaman online seperti itu," ujar AKP Gandha.

WE ditemukan di lantai kamarnya yang terkunci dari dalam. Terdapat dua luka sayat di tangan kirinya. Sementara S dan ARE ditemukan dalam keadaan mulut berbusa di atas kasur.

Tak jauh dari jasad mereka, ditemukan sebilah pisau, gelas berisi sisa obat nyamuk, serta saset obat nyamuk cair di dalam keranjang sampah.

Editor : Baskoro Septiadi
#satu keluarga bunuh diri #Malang #BUNUH DIRI