RADARSEMARANG.ID - Presiden Joko Widodo menunjuk mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menjadi Kurator Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebagai Kurator pembangunan IKN, Kang Emil diminta mengevaluasi semua proyek fisik yang ada di IKN.
"Ya saya diberi mandat sebagai kurator IKN. Artinya, atas nama Presiden mengevaluasi semua proyek fisik yang ada di sana," kata Ridwan Kamil di Istana Kepresidenan.
RK mengaku telah memberi sejumlah masukan ke Jokowi. Ia tak membeberkan detail masukan, tetapi dia menyebut ada sejumlah penyempurnaan dari proyek yang sudah berjalan.
Emil mengusulkan agar bangunan di IKN lebih menonjolkan keragaman budaya Indonesia dan cerita rakyat, khususnya Istana Presiden.
Dia menilai masyarakat akan bangga apabila nantinya bangunan IKN menampilkan keragaman budaya Indonesia.
"Kalau nanti di Istana Presiden itu ada cerita rakyat, batik-batik dari seluruh Nusantara, Ragam hias, cerita kerakyatan, folklore semua tertampilkan. Jadi itu nanti etalase kekayaan kita dalam bentuk arsitektur. Dan menurut saya itu akan sangat luar biasa," jelas Ridwan Kamil.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan alasan mengajak mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengunjungi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Jokowi mengatakan Ridwan Kamil merupakan arsitek ternama yang karyanya dikenal diberbagai daerah.
"Pak RK (Ridwan Kamil) itu adalah arsitek ternama yang memiliki desain-desain yang baik. Yang kita tahu desainnya seperti kayak masjid di Jawa Barat, masjid yang saya tahu di Padang, dan bangunan-bangunan monumental lainnya," kata Jokowi di IKN Kalimantan Timur, Rabu (1/11) silam.
Untuk itulah, Jokowi mengundang Ridwan Kamil secara khusus ke IKN. Dia berharap Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu bisa memberikan koreksi apabila ada arsitektur di IKN yang kurang sesuai. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi