RADARSEMARANG.ID - Sebuah video evakuasi beredar di internet memperlihatkan satuan pemadam kebakaran kota Pekalongan sedang berusaha menolong seorang remaja.
Entah apa yang menjadi penyebab masalah tersebut, tetapi remaja tersebut tidak mau beranjak pergi dari dalam sumur meskipun sudah dibujuk.
Diketahui identitas remaja tersebut bernama Prasetyo, warga kota Slawi, Kabupaten Tegal yang sedang berada di rumah neneknya.
Dilansir akun Instagram @trie_kucir, lokasi tempat terjadinya kejadian ini bertempat di Gang 13 kelurahan Noyontamansari kota Pekalongan pada jumat (24/11) malam.
Dengan terbata-bata Prasetyo mengatakan" Ya Allah, saya sudah bersabar tapi keluarga sudah memasrahkan... Ya Allah, sabar juga ada batasnya"
Hingga lebih dari 2 jam remaja ini menolak untuk dievakuasi oleh petugas yang mencoba menolongnya.
Bahkan Prasetyo juga sempat melakukan perlawanan terhadap para petugas pemadam kebakaran dan beberapa warga yang berada di lokasi tersebut.
Petugas pada akhirnya berhasil mengevakuasi Prasetyo setelah hampir dari 3 jam bertahan di dalam sumur.
Prasetyo pun merasa lemas dan tidak melanjutkan perlawanan diduga kekurangan oksigen karena selama itu berada di dalam sumur.
Diameter sumur itu sendiri lumayan kecil, hanya sekitar 70 cm dan hanya cukup untuk dimasuki seorang saja.
Pada akhirnya korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit setelah mendapatkan pertolongan medis pertama oleh pihak petugas.
Melalui akun @officialpekalonganinfo, video ini diunggah ulang dan mendapatkan hampir 400.000 likes dan 2300-an komentar.
Para warganet beropini terkait kondisi mental health yang makin kesini makin banyak kasus percobaan ataupun bunuh diri yang kesampaian.
Awareness terkait mental health sebaiknya disosialisasikan agar kasus-kasus terkait bisa diredam sepenuhnya dan tidak menjadi efek domino akibat kurangnya pemahaman tentang mental health.
Untuk kasus ini masih rancu dikarenakan oleh masalah apa, tapi dengan pengakuan Prasetyo yang merasa tidak kuat dan harus terus bersabar.
Warganet beropini kasus ini terkait dengan issue mental health yang akhir-akhir ini sering menjadi masalah muda-mudi seluruh dunia. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi