Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Terungkap! Pelaku Perusakan Fasilitas Rusun di Sidoarjo Bukan Pengungsi Rohingya, Kasubsi Rudenim Jelaskan Begini

Aris Hariyanto • Senin, 11 Desember 2023 | 23:04 WIB
Pengungsi Rohingya.
Pengungsi Rohingya.

RADARSEMARANG.ID - Kabar beredarnya video perusakan Rusun Sidoarjo di media sosial belum lama ini, ternyata bukan dari ulah pengungsi Rohingya.

Peristiwa perusakan di rusun di Sidoarjo tersebut diketahui merupakan Kantor Manajemen Apartemen Sederhana (Aparna) Rusunawa Desa Jemundo.

Dikabarkan sebelumnya, tempat tersebut rusak karena keluhan penghuni rusunawa yang merasa terganggu dengan seringnya padam listrik.

Baca Juga: TikTok Shop Dikabarkan Comeback setelah Berinvestasi ke GOTO Lebih dari USD 1,5 Miliar, Begini Kesepakatannya

Perusakan itu sebelumnya telah terjadi beberapa kali, yang terakhir dikabarkan sekitar 30 penghuni rusunawa merusak bangunan dengan menghancurkan kaca pintu, jendela, dan pot bunga.

Dikutip dari Radar Sidoarjo JawaPos.com, polisi telah mengamankan lokasi tersebut setelah kejadian perusakan terjadi.

Keterangan tersebut diungkapkan oleh Kasubsi Ketertiban Rumah Detensi Imigrasi Surabaya mewakili Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kabupaten Sidoarjo, Wahyu Tri Wibowo.

Dalam penjelasannya, Wahyu Tri Wibowo memaparkan "Sebelum listrik menyala, mereka (pengungsi, red) sudah membubarkan diri dan sudah mulai kondusif sejak malam itu (Jumat, red)”.

Menurut Wahyu, Pengungsi Rohingnya di rusunawa itu jumlahnya sedikit,
sedangkan pelaku perusakan diketahui dari pengungsi negara lain, bukan dari etnis Rohingya.

Dia menjelaskan, selama ini pengungsi Rohingnya di rusunawa itu hanya berjumlah lima orang, dan mereka cukup kooperatif dengan pemerintah serta tidak pernah melakukan demo.

Selain itu, kejadian perusakan tersebut biasanya terjadi karena masalah kecil yang berkaitan dengan pertikaian antara para pengungsi.

Selanjutnya, Wahyu mengungkapkan bahwa, International Organization for Migration (IOM) telah memberikan dana sebesar Rp 1,25 juta per bulan untuk memenuhi kebutuhan primer pengungsi.

"Ada kebutuhan medis juga, jika ada yang sakit. Bahkan, sampai pembelian kacamata juga difasilitasi," sambungnya.

Hingga kini, terdapat 297 pengungsi dari berbagai negara yang tinggal di Rusunawa Puspa Agro, termasuk Afghanistan, Somalia, Nigeria, Iran, Irak, India, Pantai Gading, Siera Leone, Kamerun, dan Rohingnya.

Sementara itu, kerusakan fasilitas dan infrastruktur di Kantor Manajemen Apartemen Sederhana (Aparna) Rusunawa Desa Jemundo telah diperbaiki pada Minggu (10/12). (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#RUSUNAWA #pengungsi #aparna #iom #rohingya #Peristiwa