Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Balita 3 Tahun di Jombang Tewas Diserang Ratusan Tawon Vespa di Jombang, Sang Ibu dan Neneknya Dilarikan ke Puskesmas

Hardiana Ratnasari • Minggu, 10 Desember 2023 | 23:27 WIB
Ilustrasi Tawon Vespa yang menewaskan Balita di Jombang. (Sumber: Facebook LIPI)
Ilustrasi Tawon Vespa yang menewaskan Balita di Jombang. (Sumber: Facebook LIPI)

RADARSEMARANG.ID – Nahas menimpa tiga orang warga Dusun Ngemplak, Desa Podoroto, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Seorang balita bersama ibu dan neneknya disengat tawon Vespa, pada Kamis (7/12/2023).

Balita tersebut, berinisial DEP (3), tewas usai diserang ratusan tawon Vespa. Sementara sang Ibu, Sumilah (37), serta sang Nenek, Sukarti (50), yang mencoba menolong DEP, juga turut tersengat tawon dan dilarikan ke Puskesmas.

Kejadian bermula ketika ketiganya bermaksud pergi ke rumah tetangganya. DEP beserta ibu dan neneknya berjalan menuju jalan di belakang rumahnya, dan melewati sebuah pekarangan milik orang di mana terdapat rumpunan pohon bambu.

Saat mereka bertiga melintas dekat rumpun bambu, di waktu yang bersamaan, pemilik pekarangan sedang memotong bambu yang mana terdapat sarang tawon Vespa di atasnya.

"Asal mulanya, tawon Vespa itu di bambu. Nah posisi bambunya itu dipotong, maksudnya membersihkan jalan. Tiba-tiba sarang tawon jatuh dekat mereka. Anaknya dikerubuti dan disengat tawon. Ibunya juga berupaya melindungi, kena sengatan juga, begitupun dengan neneknya," kata Khamim, ketua RW 4 Dusun Ngemplak, pada Sabtu (9/12/2023), dikutip dari Radar Jombang.

Khamim mengatakan, sarang tawon Vespa tersebut jatuh tak jauh dari DEP, ibu dan neneknya yang sedang melintas.

"Ya, anaknya dikerubuti dan disengat tawon, ibunya juga berupaya melindungi, kena sengatan juga, begitupun dengan neneknya," beber Khamim.

Usai disengat lebah, DEP mengalami luka parah dan dibawa ke RSUD Jombang, namun akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada Jumat sore (8/12/2023), sekitar pukul 16.00 WIB.

Sementara Sumilah dan Sukarti mengalami luka serius di sekujur tubuh, dan dilarikan ke Puskesmas Kesamben.

"Korban meninggal di rumah sakit. Ini tadi habis magrib sudah dimakamkan. Kalau ibu dan neneknya masih dirawat," terang Khamim.

Untuk mengetahui kronologi peristiwa ini, polisi turun tangan melakukan pengecekan ke lokasi, pasca kejadian yang dialami DEP bersama ibu dan neneknya.

“Kami telah melakukan pengecekan kejadian orang tersengat lebah, di kebun bambu Dusun Ngemplak Desa Podoroto Kecamatan Kesamben,” kata Kapolsek Kesamben, AKP Achmad, Sabtu (9/12/2023).  

Setelah dicek ke lokasi, ternyata masih terdapat sisa sarang lebah yang menempel di ranting pohon bambu, dan banyak lebah berkeliaran di sisa-sisa sarang tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat sekitar, untuk sementara tidak melintas di area kebun bambu itu dengan memasang penghalang menggunakan pohon bambu,” imbau Achmad.

Adapun Kepala Dusun Ngemplak, Adis Umayanto, menyebut bahwa sarang tawon tersebut langsung dievakuasi oleh warga. Pihak desa juga meminta bantuan BPBD Jombang untuk mengevakuasi sarang tawon lainnya di Desa Podoroto.

"Kalau kemarin itu sudah dievakuasi oleh warga, sempat dibakar juga. Namanya tawon kan masih ada, meski sarangnya sudah tidak ada. Ini tadi meminta BPBD untuk mengevakuasi sarang lainnya," pungkas Adis Umayanto, dikutip dari JawaPos.com (9/12/2023). (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#tawon vespa #disengat tawon #tawon