Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Rentetan Erupsi Gunung Marapi, Pernah Keluarkan Awan Kol dan 60 Orang Dilaporkan Meninggal pada Tahun 1979

Aris Hariyanto • Senin, 4 Desember 2023 | 21:26 WIB
Gunung Marapi kembali erupsi pada Senin (4/12/). Informasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Sumatera Barat.
Gunung Marapi kembali erupsi pada Senin (4/12/). Informasi dari Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Sumatera Barat.

RADARSEMARANG.ID, - Gunung Marapi telah dilaporkan kembali erupsi pada Senin (4/12) pukul 08.22 WIB.

Keterangan tersebut dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Sumatera Barat.

Berdasarkan pantauan, tinggi kolom letusan mencapai 800 meter di atas gunung setinggi 2.891 mdpl dengan kolom abu berwarna kelabu-hitam tebal mengarah ke barat daya.

Dikutip dari laman Padek JawaPos.com, sebelumnya sudah terjadi letusan dengan kolom abu mencapai tinggi 3.000 meter pada Minggu (3/12) sekitar pukul 14.54 WIB.

Sementara itu, menurut data Global Volcanism Program, Smithsonian Institution, Gunung Marapi selama sejarah letusannya tidak pernah terjadi aliran lava di luar kawah puncak Marapi seperti yang dilaporkan.

Meski demikian, Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api yang paling aktif di Pulau Sumatera.

Di lain pihak, dari catatan BNPB, gunung api ini pernah meletus pada tanggal 8 September 1830 dan mengeluarkan awan abu-abu kehitaman.

Awan tersebut membentuk kembang kol setebal 1.500 meter di atas kawah gunung saat meletus yang disertai dengan suara bergemuruh.

Selanjutnya, berdasarkan laporan pers saat itu, tercatat 60 orang meninggal dunia akibat letusan Gunung Marapi.

Selain itu, 19 orang pekerja penyelamat juga terperangkap oleh tanah longsor. Peristiwa ini terjadi pada 30 April 1979.

Kemudian, pada periode akhir 2011 hingga awal 2014, Gunung Marapi menunjukkan peningkatan aktivitasnya dengan mengeluarkan abu dan awan hitam saat terjadi letusan.

Walaupun begitu, berdasarkan catatan yang diperoleh pada akhir 2011, abu vulkanik terbawa oleh angin hingga mencapai wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Kemudian pada 26 Februari 2014, terjadi letusan Gunung Marapi sekitar pukul 16.15 WIB, yang mengakibatkan beberapa material terlepas dan menyebar hingga ke wilayah Kabupaten Agam dan Tanahdatar.

Erupsi Gunung Marapi berikutnya dikabarkan telah terjadi pada awal 2023 ini, tepatnya pada Sabtu (7/1) pukul 06.11 WIB.

Pada kejadian awal 2023 itu, juga sudah diberikan imbauan kepada masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mencapai puncak, namun masih terdapat sejumlah pendaki yang sedang berkemah di sana.

Sementara berita ini ditulis, kabar terbaru dari meletusnya Gunung Marapi pada Minggu (3/12) kemarin, telah dilaporkan sebanyak 11 orang pendaki meninggal dunia, dan 12 orang masih proses pencarian. (*/bas)

Editor : Baskoro Septiadi
#erupsi #gunung meletus #marapi #Peristiwa