RADARSEMARANG.ID – Misteri raibnya Arya Dzaky Pamungkas (3), balita warga Desa Kalirandu, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, yang sebelumnya diberitakan hilang di dalam rumahnya, akhirnya terkuak.
Dzaky berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di aliran sungai di belakang rumahnya, pada Jumat (1/12/2023).
Dilansir dari akun Instagram @pemalang.update, putra pasangan Agung Fitriono dan Endang Tri Darajatin ini pertama kali ditemukan oleh salah seorang kerabatnya di aliran sungai bawah jembatan, dalam kondisi tersangkut ranting pohon. Lokasi sungai tersebut berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
Seperti terlihat di unggahan akun @explorepemalang, setelah ditemukan, jasad korban dibawa pulang ke rumah duka, dan disambut isak tangis keluarga, pada Jumat malam (1/12/2023). Mereka tak menyangka bahwa putra tersayang yang mereka kira diculik orang, ternyata telah tewas tenggelam di sungai.
Menurut pemeriksaan medis oleh Dr. Dede Joko Wibowo di Puskesmas Petarukan, tubuh Dzaky sudah membengkak. Diperkirakan Dzaky telah meninggal lebih dari satu hari, tapi tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Sebelumnya, keluarga korban menyebarkan berita kehilangan putra mereka, pada Kamis (30/11/2023). Dan segera saja, kabar hilangnya Dzaky menjadi viral, seperti diunggah oleh akun TikTok, @alpata4.
“Kabar Bocah Hilang, Diduga Dibawa Orang Tak Dikenal. Mohon kepada seluruh masyarakat bila ada yang mengetahui keberadaan (Arya), bisa langsung menghubungi orang tua atau pihak kepolisian terdekat,” demikian isi berita kehilangan tersebut, dengan menyertakan nomor kontak orang tua Dzaky.
Baca Juga: Trending Isu CV Palsu Executive Chef Dikomentari Chef Arnold di X (Twitter), Begini Klarifikasi Kiki MasterChef Indonesia Season 11
Berdasar kronologi yang disampaikan dalam berita kehilangan orang’ tersebut, sekitar pukul 07.30, Dzaky sedang tidur di kamar belakang bersama neneknya. Kemudian sang nenek meninggalkan cucunya tersebut untuk bersih-bersih, selama kurang lebih 15 menit.
Sekitar pukul delapan, ketika sang nenek kembali ke kamar, ia tidak mendapati cucunya itu di tempat tidur. Menyadari posisi gerbang rumah sudah dalam kondisi terbuka, sang nenek menduga cucunya dibawa pergi oleh orang tak dikenal.
Upaya pencarian dilakukan Basarnas dengan menyusuri sungai (kali Jamuran, Petarukan) di belakang rumah Dzaky, mulai dari selatan sampai ke utara, sejauh ± 200 meter.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang juga mengirimkan personelnya bersama Polres Pemalang untuk mencari keberadaan Dzaky. BPBD dilibatkan dalam pencarian, karena menilik adanya sungai di belakang rumah keluarga balita tersebut.
Terlihat banyak warganet prihatin dan ikut mengomentari postingan duka cita ini.
"Buat pelajaran .. jika ada kasus hilang anak dan disekitar ada sungai .. cari dulu disungai .. jangan dikatakan dicuri orang gila dicuri orang dll .. lebih tingkatkan kewaspadaan kita pada anak .." tulis akun @em_nurul_anam, di unggahan Instagram @explorepemalang.
"Inalilahiwainailaihirojiun.... Buat pelajaran untuk semua Orang tua,,,, nenek bukan pengasuh anakmu." kata akun @muh_khairudin, di unggahan Instagram @pemalang.update.
"Turut berduka cita, Dulu kasus serupa di desa ambowetan, semoga menjadi pembelajaran orang tua agar tidak lepas pemantauan balita nya meski sedang kondisi tertidur didalam rumah, dan penting nya memasang cctv untuk mengetahui kondisi rumah," tulis akun @erwin.kukuh, di unggahan Instagram @pemalang.update. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi