Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tak Puas Hasil Keputusan Grand Final MasterChef Indonesia Season 11, Netizen Serang Laman Media Sosial Para Juri

Hardiana Ratnasari • Kamis, 30 November 2023 | 04:40 WIB
Belinda Christina Sianto ketika memenangkan gelar MasterChef Indonesia Season 11. (Instagram Belinda Christina Sianto, @belinda.mci11)
Belinda Christina Sianto ketika memenangkan gelar MasterChef Indonesia Season 11. (Instagram Belinda Christina Sianto, @belinda.mci11)

RADARSEMARANG.ID – Ajang kompetisi memasak MasterChef Indonesia musim ke-11 panen hujatan warganet yang tak terima akan hasil keputusan pemenang.

Babak Grand Final pada Minggu (26/11/2023) kemarin, memutuskan Belinda Christina Sianto sebagai juara MasterChef, dan Rizkisyah Putra Singarimbun alias Kiki sebagai Runner-up.

Menurut warganet, Kiki dinilai lebih pantas menyandang gelar MasterChef, ditinjau dari berbagai aspek.

Mereka menilai teknik memasak Kiki yang lebih mumpuni ketimbang Belinda, cita rasa masakan yang sering mendapat respons bagus dari para juri, serta cara serving dish melalui belakang dari samping kanan para juri juga dinilai benar.

Tak hanya itu, attitude Kiki ketika menolong rivalnya (Belinda) ketika kesulitan memotong lamb-rack atau iga domba di Grand Final juga mencuri hati pemirsa.

Akan tetapi score terakhir yang dicapai Kiki justru lebih rendah di bawah Belinda, hal ini membuat penonton kesal.

Sebaliknya, Belinda justru dianggap tidak layak jadi pemenang, karena sering mendapat kritikan atas masakan yang disajikannya, bahkan cara menyajikan makanan secara langsung ke hadapan juri juga dinilai minus.

Dilansir dari Instagram resmi MasterChef Indonesia, @masterchefina, skor akhir Grand Final Belinda memperoleh nilai 1867, yaitu 746 di babak pertama, 342 di babak kedua, dan 779 di babak ketiga.

Sedangkan skor yang diraih Kiki adalah 1857, dengan pengumpulan nilai 727 untuk babak pertama, 355 untuk babak kedua, dan 775 pada babak ketiga.

Tak pelak lagi, warganet membanjiri kolom komentar laman media sosial Master Chef Indonesia dengan hujatan dan kritikan pedas, termasuk media sosial ketiga juri: Juna Rorimpandey, Renatta Moeloek, dan Arnold Poernomo.

Chef Juna dan Chef Renatta paling banyak disorot oleh warganet, sebab dianggap tak adil memberikan penilaian.

Netizen menuding acara kontes memasak yang telah tayang sejak tahun 2011 itu rasis dan pro Chindo alias hanya dimenangkan oleh orang Indonesia beretnis China.

Hal ini disebabkan, sejak season pertama, yang menjadi juara pertama ajang pencarian bakat memasak yang tayang di RCTI itu didominasi oleh orang Tionghoa-Indonesia.

Terlihat pada laman Instagram resmi MasterChef (yang pada saat artikel ini ditulis, kolom komentarnya telah dibatasi), netizen beramai-ramai mencurahkan ketidakpuasan mereka. Salah satunya adalah akun @nafishabroto:

"Dear MasterChef Indonesia, Kalian sudah mengecewakan saya dan banyak orang lainnya yang benar-benar tulus mendukung acara ini. Saya adalah salah satu orang yang selalu menentang rasisme, dan saya tidak suka dengan semua yang mengatakan bahwa MCI selalu memihak Chindo. Saya bela kalian mati-matian dengan bilang kalau selama ini yang menang Chindo karena memang merekalah yang layak menang. Saya bela tim MCI, chef-chef bertiga semua, dan saya bilang saya yakin bahwa ini adalah acara yang profesional. Tidak mungkin chef-chef dan tim MCI mau di setir untuk selalu memenangkan Chindo. Tapi di season ini pandangan saya berubah. Penonton pasti mendukung yang memang layak untuk menang. Dan season ini saya rasa Kiki yang paling layak. Season ini adalah season yang paling cocok untuk membuktikan sama netizen yang rasis bahwa mereka salah, MCI tidak memihak Chindo, MCI memberikan kemenangan pada mereka yang layak menang. Karena itu di season ini saya percaya Kiki yang akan menang, karena memang Kiki yang layak. Tapi apa buktinya?” tulis akun @nafishabroto.

Pemilik akun @nafishabroto ini juga menyinggung kejanggalan adanya ‘team challenge’ di babak Grand Final. Seharusnya, di babak Grand Final hanya ada dua kontestan terakhir yang saling berkompetisi.

Akan tetapi di Season 11 ini, peserta yang sudah dieliminasi dihadirkan kembali untuk berkompetisi dan turut dinilai, sehingga nilai yang didapat bukan lagi berasal dari usaha murni kontestan yang seharusnya beradu.

“Dimulai dari challenge yang tidak masuk akal seperti team challenge untuk final? Bukankah final adalah saatnya untuk membuktikan kemampuan per INDIVIDU? Untuk bertanding head-to-head? Kenapa jadi ada team challenge? Tapi saya berusaha masih berpikir positif, mungkin MCI mau memberikan hal yang berbeda dan unik di season ini. Tapi kenyataannya bukan hanya itu, saat masakan Kiki lebih baik pun, komentar lebih positif, nilai untuk Kiki malah sangat jauh di bawah Belinda. Nilai performance Kiki selama di Gallery hampir 2x lipat Belinda. Jadi kemampuan mereka bisa dibilang cukup jauh. Dan kalaupun tidak melihat nilai performance sepanjang perjalanan di Gallery, Kiki tetap lebih baik hasil masakannya di Grand Final ini. Tapi kenapa tetap Belinda yang menang? Saya bukan tidak mau menerima kekalahan, tapi saya rasa Kiki memang tidak layak untuk kalah. Sorry to say, menurut saya ini adalah Grand Final terburuk sepanjang sejarah MCI. Dengan ini, kalian membuktikan bahwa omongan netizen yang rasis itu benar,” demikian keluh kesah akun @nafishabroto.

Laman Instagram Chef Juna pun panen hujatan netizen. Mereka mempertanyakan sikap Chef yang terkenal tegas dan anti drama ini.

Netizen heran atas sikap Chef Juna yang pro kepada Kiki di sepanjang perjalanan gelaran kompetisi, namun justru terkesan menjatuhkan di babak akhir.

“Chef Juna pernah bilang, gak mau ikut acara yang ada settingannya loh. Kok sekarang kayak gini. Padahal dari awal sejak Kiki audisi keliatan Chef Juna pro ke Kiki yah, ini kok malah makin pro ke yang chindo.. Settingan kan? Jujur kecewa banget,” kata akun @windavianavia.

“Chef kenapa km berubah chef di akhir2 kelihatan bgt ngejatuhin kiki terus,” tulis akun @cindystin.

Senasib dengan Chef Juna, akun Instagram Chef Renatta pun panen kritikan netizen.

Warganet melontarkan kalimat-kalimat kekecewaan terhadap Chef yang mengambil pendidikan kulinernya di Le Cordon Bleu, Paris, Perancis ini.

Netizen mengecam perilaku Chef Renatta yang mengucapkan kalimat yang dinilai menjatuhkan mental Kiki.

Chef Renatta mengucapkan kalimat ‘Tapi yang duluan (selesai), belum tentu lebih bagus’ pada Kiki, karena Kiki mengeksekusi bahan makanan yang akan ia masak, lebih cepat ketimbang Belinda.

“Padahal chef renata sering bgt suka makanan kiki, muji berkali², ngajakin tos juga. Tapi di final ini tiba² berubah sinis ke kiki,” tulis akun @aiinijanet.

Chef Renatta juga dicibir netizen, karena sebelumnya ia mengkritik makanan Dadar Gulung yang dibuat Belinda, yang katanya tidak enak seperti rasa klorofil, sebab Belinda menggunakan daun pandan, bukan daun suji. Tetapi anehnya, mengapa Belinda masih bisa lolos sebagai juara?

“@renattamoeloek mba gimana nih masa rasa kaya klorofil dapet nilai gede bgt. Jadi ga like nih,” kata akun @epspanaa_

Unggahan momen Kiki ketika membantu Belinda memotong lamb-rack / iga domba (Instagram Rizkisyah Putra Singarimbun, @kiki.mci11)
Unggahan momen Kiki ketika membantu Belinda memotong lamb-rack / iga domba (Instagram Rizkisyah Putra Singarimbun, @kiki.mci11)

Tak hanya kejanggalan tidak adilnya penilaian saja yang disorot netizen, masalah adegan Kiki membantu Belinda memotong daging domba yang di-cut oleh RCTI juga mendapatkan kecaman.

Seperti unggahan di kanal YouTube 'MasterChef Indonesia', Sabtu (25/11/2023), bertajuk 'STRATEGI! Kiki Dalam Mengolah Nyusul Jauh Belinda | Grand Final Part 1 (9/10) | MASTERCHEF INDONESIA', Kiki melihat Belinda yang kesulitan saat memotong lamb-rack atau iga domba, dan berinisiatif menolongnya.

Akan tetapi rupanya adegan tersebut dipotong RCTI, dan justru Kiki sendirilah yang memosting foto adegan tersebut di media sosialnya, @kiki.mci11, dengan caption ‘ROCK N ROLL’, pada Sabtu (25/11/2023).

Netizen menduga bahwa sebenarnya Kiki sudah merasa jika dirinya diperlakukan tidak adil, karena itulah ia mengunggah foto tersebut.

“Di tv di cut, tp kiki sendiri mungkin sudah merasakan ketidakadilan yg dia alami jadi posting aja yg scene ini..,” tulis akun @blackpepper6131.

“Belinda ini sering bgt dibantu, apalagi chef juna, liat eps dr top 10 beberapa kali chef juna visit ada bantuin belinda kasih ide jg, beberapa x juga minta bantuan kiki kayak tanya suhu buat ngebake,” tulis akun @nilakarinaa.

Rizikisyah Putra Singarimbun yang akrab disapa Kiki, adalah seorang kitchen helper di salah satu kafe di Medan. Kiki menempuh pendidikan sekolah menengah kejuruan di SMKN 8 Medan jurusan Tata Boga.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), Kiki telah menunjukkan minatnya di dunia kuliner, meski sempat ditentang ayahnya.

Salah satu chef yang menginspirasi Kiki untuk mengikuti MasterChef Indonesia adalah Desi Trisnawati, juara MasterChef Indonesia Season 2. 

Sementara Belinda Christina Sianto, sang juara MasterChef Indonesia musim ke-11 asal Malang ini, menempuh pendidikan di Le Cordon Bleu New Zealand.

Belinda adalah kontestan asal Malang kedua yang sukses menjuarai MasterChef Indonesia, setelah Lucky Andreono, juara MasterChef Indonesia musim pertama, yang juga berasal dari Malang.

Editor : Agus AP
#chef renatta #Belinda Christina #Chef Arnold #chef juna #masterchef #Rizkisyah Putra Singarimbun #MasterChef Indonesia #Belinda MCI 11 #Kiki MCI 11 #Renatta Moeloek #masterchef indonesia season 11 #Arnold Poernomo