RADARSEMARANG.ID - Menjadi guru memanglah bukan hal yang mudah, sebagai garda terdepan pendidikan anak-anak di sekolah.
Mereka seringkali harus menghadapi banyak tantangan dalam melakukan pekerjaannya.
Dari kenakalan siswa, perubahan kurikulum hingga pendapatan yang tidak sesuai.
Bahkan tidak sedikit guru-guru di pelosok yang masih kekurangan secara materi.
Di Hari Guru Nasional ini (25/11), perlu dievaluasi sebagai PR untuk pemerintah bahwa masih ada guru-guru yang tidak mendapatkan haknya sebagai seorang pengajar.
Salah satunya Lukas Kolo, ia merupakan guru untuk mata pelajaran bahasa Indonesia.
Ia mengajar di SMP Negeri Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur.
Lucas belum mendapat gaji dari pemerintah selama sepuluh tahun. Untuk saat ini ia hanya bisa bersabar.
Untuk kesehariannya, Lucas mendapatkan uang sukarela yang diberikan secara iuran oleh orang tua dan murid-muridnya.
Meski sedikit ia bergantung pada uang sukarela tersebut, jumlahnya sekitar 35 ribu rupiah.
Untuk mendapat pendapatan tambahan, Lucas mengaku bekerja di kebun saat waktu senggangnya.
Bahkan ia bersama beberapa guru SMPN Wini terpaksa menjadikan perpustakaan sekolah sebagai tempat tinggal.
Hal tersebut ia lakukan untuk memangkas pengeluaran transportasi, dengan berada di lingkup sekolah ia hanya perlu berjalan kaki untuk bekerja.
Baca Juga: 25 Contoh Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 2023 yang Dapat Jadikan Referensi dan Inspirasi
Padahal Lucas sudah menerima SK (Surat Keputusan) untuk menjadi pegawai pemerintah (PPPK) sejak 7 Agustus 2023.
Tapi hingga sekarang, ia belum menerima sepeserpun gaji yang seharusnya menjadi haknya tersebut.
Ia dengan legowo menganggap mungkin karena pemerintah sedang sibuk, karena kenyataannya jumlah pegawai pemerintah (PPPK) sangatlah banyak. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi