Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Pemerintah Targetkan Rekrut 1 Juta Guru ASN PPPK Tahun 2024, Jokowi: Indonesia Akan Punya Guru Berkualitas dan Sejahtera

Agus AP • Minggu, 26 November 2023 | 16:47 WIB
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, JAKARTA – Di depan ribuan guru di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, kemarin (25/11), Presiden Joko Widodo menyebut akan menambah kesejahteraan guru dengan harapan pendidikan Indonesia semakin baik.

Hal itu sebagai langkah menyongsong 2030–2035 yang jadi puncak bonus demografi.

Pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM), kata presiden, salah satunya melalui pendidikan.

”Saya sudah berbicara dengan banyak lembaga-lembaga internasional, kuncinya itu ada di pembangunan sumber daya manusia. Kualitas sumber daya manusia itu menjadi kunci,” kata Jokowi saat peringatan Hari Guru Nasional 2023.

Kualitas SDM akan menentukan apakah Indonesia bisa menjadi negara maju atau tidak. Terutama saat memanfaatkan momentum bonus demografi.

Menurut Jokowi , kualitas SDM yang baik dapat diraih dengan bantuan guru-guru. ”Kalau di Jawa ini ada guru iku digugu lan ditiru, guru itu dipercaya dan dijadikan panutan,” tuturnya.

Pemerintah menaruh harapan besar kepada para guru di seluruh Indonesia.

Dia berharap para guru dan jajaran pendidik terus memperjuangkan pendidikan yang inklusif, aman, nyaman, dan menyenangkan.

Pemerintah juga terus berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada para guru, termasuk meningkatkan kesejahteraannya.

Rekrutmen guru ASN PPPK tahun 2021 dan 2022 telah terdapat 544 ribu guru honorer yang lolos seleksi.

”Nanti, dalam tiga tahun akan ada kurang lebih 840 ribu guru yang direkrut sebagai ASN PPPK dan 2024 nanti akan mencapai 1 juta guru ASN PPPK,” bebernya.

Jokowi menyebut, menjadi guru merupakan pekerjaan yang tidak mudah.

Bahkan, sebuah riset dari lembaga internasional mengatakan bahwa tingkat stres yang dialami guru lebih tinggi daripada pekerjaan lainnya karena tiga hal.

”Yang pertama karena perilaku siswa, kedua karena perubahan kurikulum, dan ketiga karena perkembangan teknologi,” ungkap Jokowi.

Karena itu, mantan gubernur DKI Jakarta tersebut berharap para guru dan tenaga pendidik di tanah air terus berinovasi.

Guru juga harus beradaptasi dengan segala perubahan, termasuk teknologi.

Jokowi menyebut perubahan global sekarang tiap hari selalu terjadi. Disrupsi teknologi, lanskap politik global, maupun lanskap ekonomi selalu berubah-ubah dan sulit diprediksi.

”Oleh sebab itu, saya sangat menghargai pergerakan bersama, bergerak bersama dalam rangka Merdeka Belajar,” tuturnya.

Menurut dia, tanpa perubahan paradigma, perubahan pola pikir akan membuat sulit dalam beradaptasi.

”Saya yakin dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki guru-guru yang berkualitas, baik yang maju pola pikirnya dan sejahtera kehidupannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa program Merdeka Belajar sudah empat tahun berjalan.

Dia optimistis gerakan itu akan terus berlanjut.

”Saya yakin ibu dan bapak tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berinovasi di dalam kelas yang sekarang memungkinkan,” katanya.

Pada kurikulum sebelumnya, guru dituntut menyampaikan materi yang padat. ”Sehingga guru hanya kejar tayang,” imbuhnya.

Program Merdeka Belajar, kata dia, mampu menyederhanakan materi pendidikan.

”Gurulah yang harus menentukan kalau anak itu di level kompetensi mana. Guru yang harus diberi kebebasan untuk menjadi co-creator kurikulum,” ungkapnya. (jpk)

Editor : Agus AP
#ASN PPPK #Hari Guru Nasional 2023 #Guru ASN PPPK #PPPK 2024