RADARSEMARANG.ID, - Sebuah mobil menabrak toko kelontong Alfamidi yang mengakibatkan pintu kaca dan etalase seketika rusak porak pranda.
Barang-barang dagangan yang ada di dalam toko dan etalase juga ikut terjatuh dan rusak akibat benturan yang keras.
Kejadian tersebut terjadi pada Kamis, (23/11) di Alfamidi Grogol, Kabupaten Sukoharjo, yang dilansir dari Radar Solo.
Kapolres Sukoharjo AKBP Sigit menyampaikan melalui Kasat Lantas AKP Betty Nugroho, yang didampingi oleh Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukoharjo Ipda Guntur Setiawan, bahwa kejadian kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30.
Mobil yang menabrak itu diketahui Mitsubishi XPander dengan nomor polisi B 2998 KKT, yang dikemudikan oleh Ahmad Riyanto.
Sopir mobil tersebut dikabarkan berusia 26 tahun, warga dari Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.
Kejadian bermula ketika mobil bergerak dari arah barat menuju timur, yang diduga pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya.
Mobil tersebut sempat menabrak dua sepeda motor yang sedang diparkir di depannya yakni Honda Beat dan Yamaha N-Max.
Kemudian, setelah menabrak kedua sepeda motor itu, mobil tersebut terus melaju hingga menabrak etalase barang Alfamidi sebelum akhirnya berhenti.
Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukoharjo Ipda Guntur Setiawan menuturkan, “Diduga tidak bisa menguasai laju kendaraan. Mau injak rem, ternyata malah pedal gas,”.
Akibat dari insiden tersebut, menyebabkan seorang pengendara motor terluka, yang diketahui bernama Ar Hajj Sandijaya (27) warga Banjarsari, solo.
Pengendara motor Honda Beat itu mengalami luka lecet pada kaki kirinya dan merasakan nyeri di pinggang akibat kejadian tersebut.
Sedangkan pengendara motor N-Max, yang diketahui bernama Dimas Franseno Jati (34) warga Jebres, Kota Solo, juga mengalami luka lecet pada tangan dan kaki.
Saat ini, polisi masih meminta keterangan dari pengemudi mobil terkait insiden yang terjadi, meskipun kerugian materi masih dalam tahap pendataan.
Sementara pengemudi mobil telah menyatakan kesiapannya untuk menanggung semua kerugian yang terjadi.
Selanjutnya Guntur menambahkan, "Pengemudi mobil tidak mabuk, hanya mengantuk,". (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi