RADARSEMARANG.ID – Pakar telekomunikasi dan multimedia, Roy Suryo, ikut menanggapi isu ijazah palsu milik Gibran, yang akhir-akhir ini tengah gaduh dibicarakan di media sosial Twitter (sekarang X).
Pasalnya, putra sulung presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tengah diusung menjadi calon wakil presiden (cawapres) Prabowo dalam Pilpres 2024 mendatang ini, dipertanyakan keaslian ijazah pendidikannya, seperti yang dicuitkan pengguna akun X, bernama dokter Tifa, @DokterTifa.
Seperti ketika dirinya meragukan keaslian ijazah Jokowi, Dokter Tifa yang bernama asli Tifauzia Tyassuma ini, secara kritis juga mempertanyakan Gibran yang mengklaim dirinya sebagai lulusan Sarjana dari Australia. Dan kini, Roy Suryo pun ikut menanggapi hal tersebut.
Disertai tangkapan layar Surat Keterangan Mendikbud, dalam unggahannya di akun X pribadinya, @KRMTRoySuryo1, mantan Menteri Pemuda dan Olah raga itu menyebutkan, “Ini SURAT KETERANGAN (ASLI) dari DirJen DikDasMen DikBud ditandatangani SesDirJen Dr Sutanto SH MA th 2019. Menegaskan ‘Grade 12’ si GRR di UTS Insearch Sydney Aus th 2006 itu setara ESEMKA, eh SMK / Sekolah Menengah Kejuruan bid Akutansi & Keuangan di indonesia, bukan S-1. AMBYAR,” tulis Roy, Sabtu (18/11/2023).
Sebelumnya, Roy juga mengungkapkan kejanggalan, ia mengunggah tangkapan layar dari sebuah media online, di mana diberitakan ada warganet yang mencoba mengecek biodata Gibran ke situs Kemendikbudristek.
Di sana disebutkan bahwa Gibran adalah lulusan Universitas Bradford Inggris, program studi Marketing, dengan gelar Bachelor of Science / B.Sc. Sementara menurut Wikipedia, tertulis gelar Gibran adalah B.Com.
“Netizen ngecek ke Situs Kemendikbudristek (?) si GRR lulusan Univ of bradford Inggris, Prodi Marketing / B.Sc. padahal di Wikipedia ditulis B.Com. Seperti Drs tapi Ir? AMBYAR,” kata Roy.
Adapun dokter Tifa menyebut bahwa ijazah pendidikan Gibran di program Insearch University of Technology Sydney Australia itu sebenarnya hanyalah setara kursus, bukan ijazah sarjana S1.
“Insearch UTS, program persiapan masuk University Technology Sidney. Dia keluarkan Sertifikat Kursus atau yaaa setara D1 lah. Artinya "Wisudawan" adl penerima sertifikat kursus, bukan Ijazah Bachelor/Sarjana UTS,” demikian postingan dokter Tifa pada akun X pribadinya, Kamis (16/11/2023).
Dokter Tifa juga mempermasalahkan latar belakang pendidikan Gibran di Management Development Institute Singapore (MDIS).
“KL MDIS yg keluarin gelar ttp perlu lihat ijazahnya, apa bener Bachelor atau cuma Diploma alias kursus. Btw, MDIS kuwi sak jane Universitas opo to?” tulis dokter Tifa, pada Jumat (17/11/2023).
“Nemu di internet, foto Gibran “wisuda” di MDIS Singapore. Terlihat di map yg dia pegang, ada tulisan Singapore. Tapi di box kiri ada tulisan: bachelor of Science (Hons) 2010 University of Bradford UK,. Kuliahmu jane neng endi to le @gibran_tweet, Singapore, Australia, opo Inggris?” katanya pada postingan berikutnya, dan menandai akun X milik Gibran.
Pada Sabtu (18/11/2023), serupa dengan unggahan Roy Suryo, dokter Tifa juga mengunggah tangkapan layar Surat Keterangan Kemendikbud yang menyatakan bahwa Gibran telah menyelesaikan ‘Grade 12’ di UTS, Insearch, Sydey, Australia pada 2006.
"Lho! Bran @gibran_tweet, piye iki, jare Kuliah INSEARCH UTS Australia. Kok jare Kemendikbud mung setara SMK? Jane kuliah opo kejar Paket to? Lho, terus tahune 2006? Jarene kuliah Ostrali 2007-2010? Sing bener ning endi iki?”
Sudah sejak 2022, isu ijazah palsu Gibran mulai merebak. Gibran menantang Dokter Tifa untuk menganalisa keaslian foto wisudanya tersebut.
Pada 22 Oktober 2023, Koalisi Indonesia maju resmi mengumumkan Gibran sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo pada Pemilihan Presiden 2024.
Editor : Agus AP