RADARSEMARANG.ID - Konflik kemanusiaan di Palestina memang semakin memanas, tak hanya di medan tempur.
Tapi jagad dunia maya juga semakin memanas, akibat banyaknya clash antar pendukung yang saling mengorek kelemahan satu sama lain.
Indonesia, dengan pengguna internet terbesar ke-empat, dan militansinya terhadap Palestina, menjadi momok yang menghantui mental para tentara IDF.
Predikat 'netizen ter-tidak sopan di jagat internet" dibuktikan oleh ujaran kebencian dan cemoohan kepada para tentara-tentara IDF.
Sekali melihat komentar-komentar tersebut, kita pasti langsung tau banyaknya kalimat kasar yang sering digunakan oleh netizen Indonesia.
Kebanyakan komentar menggunakan bahasa Inggris, ada juga yang cuek menggunakan bahasa Indonesia, ada juga yang sampai menerjemahkan kata kata cemoohannya ke Bahasa Ibrani.
Hal ini bukan dikarenakan tanpa sebab, beberapa postingan tentara-tentara tersebut dengan pongahnya menunjukkan gaya menenteng senjata yang digunakan untuk membunuh banyak nyawa tidak bersalah di Palestina.
Diantaranya terang terangan menunjukkan kebanggaannya telah membunuh dan menghabisi rakyat Palestina yang mereka anggap 'teroris'.
Seorang tentara dengan akun bernama @orcassouto bahkan berani menganggap konflik tersebut sebagai candaan.
Hal tersebut terjadi saat seorang netizen yang diperkirakan berasal dari Indonesia menanyakan alasan kenapa Israel menjajah tanah Palestina.
Jawaban @orcassouto dengan bercanda mengatakan bahwa alasannya ialah karena menyenangkan, sama seperti bermain game Call Of Duty.
Call Of Duty sendiri adalah game RPG yang mengangkat tema peperangan.
Baca Juga: Doa Habib Umar bin Hafidz untuk Gaza Palestina Lengkap dengan Terjemahannya
Merasa geram dengan komentar-komentar tersebut, netizen memviralkan akun-akun tentara, jurnalis ataupun influencer yang berafiliasi dengan Israel.
Setelah titik koordinasi dibagikan, netizen-netizen Indonesia ramai mengunjungi akun-akun tersebut untuk mencemooh mereka.
Bahkan beberapa menyebutnya sebagai 'jihad online' untuk membantu melemahkan psikis tentara Israel lewat sosial media.
Banyak tentara Israel sampai menutup akun sosial media dikarenakan membludaknya komentar negatif yang ditujukan kepada mereka.
"Tentara IDF ini mulai gerah kena bully terus sama netizen Indo" ujar akun X/Twitter @Greschinov disertai bukti screenshot dari sebuah story milik Instagram pribadi tentara Israel. (*/bas)
Editor : Baskoro Septiadi