RADARSEMARANG.ID, Semarang - Sebagai penjual jasa pacar sewaan tentu banyak hal yang perlu diwaspadai. Utamanya perilaku klien.
Sang talent tidak mau janjian di tempat sepi. Hanya mau di tempat ramai seperti mall. A, salah satu penyewa jasa pacar sewaan, pun menyadari hal itu.
Setelah bertransaksi, A dan Sesil (bukan nama sebenarnya) janjian di sebuah mall yang ada di Kota Semarang.
Ia menyadari, pekerjaan itu sangat berisiko bagi dirinya. Sangat rentan terjadinya pelecehan seksual.
Terutama saat menuruti permintaan klien yang kadang kala melampaui batas.
Sesil bercerita, selama menjadi member jasa sewa pacar, ia banyak bertemu pria beragam karakter.
Mulai dari pria tipe kalem hingga barbar. Beberapa pria kalem yang pernah menggunakan jasa sewa pacar kebanyakan cenderung menghargai.
"Kalau bergandengan tangan merangkul itu masih wajar. Tapi juga menyesuaikan model pacaran klien juga," imbuhnya.
Editor : Baskoro Septiadi