RADARSEMARANG.ID, SEMARANG - Hari ini, Kota Semarang bakal mengalami fenomena alam berupa hari tanpa bayangan atau matahari tepat berada di atas kepala.
Fenomena yang dikenal dengan istilah kulminasi tersebut diprediksi terjadi pada pukul 11.25 WIB. Selama kulminasi itu, kondisi cuaca akan sangat terik.
Forecaster (Prakirawan) Stasiun Meteorologi Klas II Ahmad Yani Semarang Winda Ratri menyebut, di Jawa Tengah, hari tanpa bayangan biasa terjadi dua kali dalam setahun.
Kali ini merupakan periode kedua yakni pada 10-13 Oktober. Dari tanggal itu, terdapat empat pembagian wilayah Jawa Tengah terjadi kulminasi.
"Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut kulminasi utama. Pada saat itu matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenith. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat menghilang karena bertumpuk pada benda itu sendiri," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang pada Selasa (10/10).
Kondisi itu mengakibatkan suhu di wilayah yang terdampak kulminasi menjadi tinggi. Selain itu juga dipengaruhi intensitas awan di masing-masing daerah.
Semakin tipis awan, maka kemungkinan suhu tinggi akan menjadi lebih tinggi. Ia juga membenarkan, dalam kurun waktu 1-9 Oktober Kota Semarang menjadi salah satu kota terpanas di Indonesia. Yakni mencapai suhu maksimum 37,8 derajat celsius pada 6 Oktober.
Namun demikian, tidak berlaku secara konstan. Sebab, setiap hari selalu ada variasi suhu di setiap daerah yang dipengaruhi pertumbuhan awan masing-masing wilayah.
"Ada hari-hari yang memang tingkat panasnya tinggi di kota tertentu tapi besoknya tidak," terangnya.
Hal itu, lanjut Winda, dipengaruhi oleh ketebalan awan masing-masing daerah. Selain itu juga banyaknya wilayah hijau di setiap wilayah.
Seperti diketahui Kota Semarang merupakan kota industri yang minim area hijau dan sejuk.
Meningkatnya suhu panas juga tak lepas dari gerak semu tahunan matahari yang saat ini telah bergerak ke sebelah selatan khatulistiwa.
"Jika kita perhatikan beberapa hari terakhir langit Kota Semarang ini kan awannya sangat minim (cerah berawan)," terangnya.
Dikatakan, kondisi suhu panas ini diprediksi akan berlangsung hingga akhir Oktober. Seiring dengan pergerakan matahari ke sebelah selatan ekuator.
Suhu akan berangsur dingin kembali bersamaan dengan turunnya hujan yang diprediksi jatuh di awal November.
"Suhu maksimum dalam 3-4 hari terakhir berkisar 35-38 derajat celsius pada siang hari. Sementara suhu minimum berkisar 24-26 derajat celsius yang terjadi sebelum matahari terbit sekitar pukul 04.00-06.00 WIB," jelas Winda. (mia/ton/ap)
Editor : Agus AP