Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Calon Polisi, Wajib ke Pekalongan untuk Teladani Jenderal Hoegeng

Lutfi Hanafi • Rabu, 27 September 2023 | 12:31 WIB
SIMBOLIS - Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi bersama jajaran dan Walikota Pekalongan secara simbolis meletakan batu pembangunan secara simbolis, pada Selasa (26/9).
SIMBOLIS - Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi bersama jajaran dan Walikota Pekalongan secara simbolis meletakan batu pembangunan secara simbolis, pada Selasa (26/9).

RADARSEMARANG.ID, PEKALONGAN - Monumen Jendral Hoegeng Iman Santoso di area Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.

Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Jika sudah jadi, nantinya diharapkan calon polisi bisa berkunjung kesini dulu, untuk datang ko monument tersebut, agar bisa meneladani sosok mantan Kapolri kelima tersebut.

“Monumen ini, saya rasa adalah tonggak sejarah yang patut mendapat apresiasi. Nanti calon polisi wajib kesini dulu sebelum Pendidikan,” serunya pada Selasa (26/9) di Pekalongan.

Menurut Kapolda, monumen Hoegeng merupakan suatu tetenger (penanda) yang bisa dikenang tidak hanya untuk Kepolisian Negara Republik Indonesia tetapi oleh masyarakat Pekalongan dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Bahkan banyak anggota polisi yang tidak tahu, bahwa Jenderal Hoegeng merupakan Kapolri yang lahir di kota Pekalongan.

Dari sekolah bahkan sempat awal karir menjadi polisi juga di Pekalongan.

Kiprahnya sangat melegenda dan sangat menginspirasi sehingga keteladanan sosok Jenderal Hoegeng bisa dicontoh oleh para generasi penerus bangsa.

"Jenderal Hoegeng sosok polisi yang idealis, jujur, sangat sederhana sekali dan berani dan mempunyai integritas yang patut dicontoh. Tidak hanya kepolisian tetapi para pejabat dan masyarakat yang lainnya," ungkap Irjen Ahmad Luthfi.

Adanya Monumen Hoegeng kedepannya akan menjadi marwah Kota Pekalongan dan ikon yang tidak hanya dimiliki masyarakat Pekalongan tapi juga secara nasional.

Sehingga kini, ikon Kota Pekalongan tidak hanya batik, tapi juga polisi jujur Hoegeng.

“Kini kalau ingat Pekalongan tidak hanya batik, tapi ingat Jendral Hoegeng, polisi jujur yang sederhana yang punya integritas yang berani," tegas Kapolda.

Ditambahkan Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, Monumen Jendral Hoegeng mengaku bersyukur dan menyambut baik adanya rencana pembangunan patung monumen Jendral Hoegeng.

Ini berkah untuk Kota Pekalongan, dan tentunya disambut dengan baik dan mendukung sepenuhnya.

“Forkopimda Kota Pekalongan juga dalam proses mengusulkan Jenderal Hoegeng menjadi pahlawan nasional,” terangnya.

Untuk diketahui, Monumen Hoegeng dibangun tepat di depan Pintu Utama Stadion Hoegeng Pekalongan dengan ketinggian patung sekitar 9 meter.

Dengan dudukannya atau umpak 3 meter, ada peninggian tanah dari aspal 1,3 meter sama seperti di tugu perjuangan.

Dengan konsep di kawasan monumen ini bisa terbuka untuk umum, 180 derajat bisa untuk akses masuk.

Akan ada ambalan, dari sudut 180 derajat dan selain bisa untuk edukasi juga bisa untuk selfie bagi masyarakat yang hendak berkunjung di monumen ini.

Di depan patung Hoegeng ada semi amfiteater atau tempat duduk melingkar yang menghadap ke patung tersebut.(han) 

Editor : Agus AP
#stadion hoegeng #kapolda jateng ahmad luthfi #Monumen Jendral Hoegeng #jenderal hoegeng