RADARSEMARANG.ID, JEDDAH-Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pelaksanaan haji tahun 2024 dengan penguatan jumlah petugas. Selain itu, mengupayakan aturan baru terkait istitoah kesehatan jemaah haji lanjut usia (lansia).
Artinya, untuk jemaah haji lanjut usia (lansia) masih tetap seperti tahun 2023 ini. Artinya, lansia belum ada pendamping. Tapi dilakukan penguatan dari sisi petugas. “InsyaAllah masih sama,” kata Menag yang akrab disapa Gus Men terkait pelayanan lansia pada pelaksanaan haji tahun 2024 mendatang.
Terkait, lansia yang tidak istitoah (mampu secara finansial dan kesehatan), dibantah oleh Gus Men. “Saya kira tidak semua lansia tidak istitoah. Kita menemukan, kemarin saya jalan-jalan ke maktab, ada jemaah usia 94 tahun dan masih segar bugar,” kata Gus Men saat hendak take off pulang ke tanah air melalui Terminal Internasional Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi Kamis sore 6 Juli 2023.
Kata Gus Men, meski lansia tidak bisa dijadikan ukuran secara kesehatan memenuhi keistitoaahan atau tidak. Meski kesehatan memang menjadi satu aspek yang penting.
Karena itulah, Gus Men saat bertemu dengan DPR RI sebelum puncak haji 2023, sudah menyampaikan terkait upaya mengubah atau berusaha mengubah aturan agar istitoaah kesehatan ini dijadikan syarat.
“Nah sekarang ini kan prosesnya terbalik, lunas dulu baru cek kesehatan. Sehingga mau tidak mau sudah lunas, jadi harus diberangkatkan,” katanya.
“Kita ingin ke depan mudah-mudahan bisa kita buat aturannya. Istitoah kesehatan dulu. Kalau sudah memenuhi istitoah kesehatan, baru kemudian melakukan pelunasan,” harapnya.
Kendati begitu, Gus Men menengarai banyak tantangannya dan tidak mudah. Waktunya juga pasti diperlukan lebih panjang. “Tapi kita akan terus berikhtiar agar pelayanan jemaah haji ini menjadi lebih baik dan jemaah jadi lebih nyaman,” katanya penuh harap.
Sementara itu, jumlah jemaah haji lanjut usia tahun 2023 berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) sebanyak 61.536, dari total jemaah haji reguler 209.782 jemaah haji. (ida)
Editor : Ida Nor Layla