Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Fakta-fakta Pembunuhan Warga Mangunharjo Saat Karaoke di GBL Semarang, Hari Sebelumnya Sempat Berkelah

Muhammad Hariyanto • Jumat, 7 Juli 2023 | 16:36 WIB

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pembacokan di wisma karaoke Love Girl kawasan Gambilangu Kamis (6/7).
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara pembacokan di wisma karaoke Love Girl kawasan Gambilangu Kamis (6/7).
 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Muhamad Agus Priyanto alias Agus Garong, 33, warga Mangunharjo, Kecamatan Tugu meninggal dengan tragis. Pria ini tewas bersimbah darah setelah dibacok sejumlah orang tak dikenal saat karaoke di kawasan Gambilangu (GBL) Kecamatan Tugu, Kamis (6/7) sekitar pukul 00.45 WIB. 

Lokasi kejadian berada di wisma karaoke Love Girl, masuk wilayah RT 2 RW 6, Kampung Karaoke Rowosari Atas, alias GBL, Kelurahan Mangkang Kulon.

"Awalnya korban nyanyi sama teman-temannya, terus didatangi sejumlah orang, kemudian terjadi pembacokan. Infonya (pelaku) yang datang lima sampai enam orang," ungkap Ketua Paguyuban Kampung Karaoke Rowosari Atas (Pakkar) Dion.

Terkait motif dari pembacokan ini, Dion tidak mengetahui secara persis. Namun, beberapa hari sebelumnya korban sempat berkelahi dengan sejumlah orang tak dikenal di dalam kawasan GBL.

"Terus tadi malam berlanjut. Ketika korban nyanyi itu didatangi pelaku langsung dibacok-bacok terus ditinggal lari. Motifnya apa saya kurang tahu," tegasnya. 

Sementara, Dimas Widi Triyawardana, operator karaoke Love Girl, mengaku berada di lokasi wisma saat peristiwa terjadi. Warga Mangunharjo ini mengaku tak mengetahui secara pasti penyebab terjadinya pembacokan tersebut. 

"Kalau dengar-dengar itu dendam, tapi saya gak tahu persisnya, saya gak berani nanya-nanya. Dia (korban) nyanyi sama temannya cowok satu orang, dan tiga cewek. Lima orang ini masih di dalam room karaoke," bebernya. 

Dimas juga membeberkan, korban bersama rekan-rekannya datang dan berkaraoke sejak Rabu (5/7) pukul 21.00. Setelah dini hari, datang seorang pria muda tak dikenal masuk ke dalam wisma karaoke Love Girl, pada Kamis (6/7) sekitar pukul 00.15.

Pria tersebut menemui Dimas yang sedang beraktivitas di ruang operator, bersama satu orang rekan kerjanya. Tujuannya tak lain mencari korban. 

"Orangnya nanya sama saya, dan teman saya. Mas teng mriki wonten sing namine Garong nopo mboten. Tanyanya seperti itu, nanyanya juga dengan baik-baik. Saya jawab, saya gak tahu, enggak kenal," jelasnya. 

Lantas pria tak dikenal ini mencari korban di dalam karoke Love Girl dengan cara mengintip melalui lubang kecil, sebagai akses memasukkan makan ringan dan minuman.

Hingga akhirnya, pria tersebut menemukan korban yang sedang karaoke bersama empat orang rekannya di salah satu ruangan atau room. 

"Terus korban dipanggil, diajak keluar. Pas keluar (korban) ditemani ceweknya yang diajak nyanyi di room. Langsung dieksekusi, dibacok-bacok di luar," bebernya. 

Pembacokan berlangsung di teras wisma karaoke Love Girl, bagian pojok dekat tempat sampah. Namun Dimas mengaku tak mengetahui siapa pelaku yang melakukan pembacokan di teras.

Ia mengetahui terjadi pembacokan setelah korban melarikan diri ke dalam wisma untuk menyelamatkan diri. 

"Yang melihat persis (pembacokan) itu pacarnya, dia kan keluar sama pacarnya. Si cewek itu juga teriak-teriak, bilang ada yang membawa alat (senjata tajam). Si korban lari ke ruangan operator," katanya. 

Korban lari ke dalam ruangan operator sudah dalam kondisi berdarah-darah. Selang tidak berapa lama kemudian, datang sejumlah orang tak dikenal, sekitar pukul 00.45.

Mereka merupakan rombongan dari pelaku awal yang mencari korban. Kemudian rombongan pelaku ini kembali melakukan pembacokan ke korban. 

"Ada sekitar lima sampai enam orang masuk ke dalam, melihat korban tergeletak di samping meja operator. Terus dieksekusi lagi, ada yang ngelempar botol, ada yang mbacok pakai celurit panjang, satu orang," bebernya. 

Dimas dan rekannya tak bisa berbuat apa-apa. Termasuk juga warga sekitar, tak berani melerai. Apalagi, pelaku juga sempat mengancam akan menyerang manakala ada yang ikut campur dalam kejadian ini.

Gerombolan pelaku kabur mengendarai sepeda motor. Saat ditinggalkan, denyut nadi di tubuh korban masih ada. Namun nyawanya tak berhasil diselamatkan saat akan dibawa ke Puskesmas Kaliwungu, Kabupaten Kendal.

"Lukanya itu ada di pipi, robek. Pas dieksekusi pertama lari ke dalam kan pipinya sudah keluar banyak darah. Terus ada bacokan di dada sebelah kiri, katanya sampai tembus kena jantung," katanya. 

Terkait para pelaku tersebut, Dimas menyebutkan usianya masih muda-muda. Ada satu pelaku sebaya dengan korban. Namun, Dimas tidak mengenal satupun orang dari rombongan para pelaku, termasuk korban. 

"Saya tidak ada yang kenal. Saya juga baru kali ini melihat dia (korban) karaoke di sini. Cewek itu juga yang bawa korban, tidak ada yang kenal sama sekali," pungkasnya.

Terlihat, wisma karaoke Love Girl juga telah dipasangi police line oleh petugas kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. Bercak darah juga masih terlihat jelas berceceran di teras hingga masuk ke dalam ruangan wisma karaoke.

Informasi yang diperoleh, korban dibawa langsung dibawa kamar jenasah RSUP dr Kariadi Semarang, dari Puskesmas Kaliwungu guna dilakukan otopsi.

Sementara, penelusuran Jawa Pos Radar Semarang, korban bertempat tinggal tidak jauh dari pesisir. Gang akses jalan menuju lokasi rumah korban juga terpasang bendera kuning tanda kematian.

Warga sekitar yang telah berkumpul di depan rumah duka, dan memasang tenda kedatangan jenazah. 

Korban merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adiknya seorang perempuan. Salah satu kerabat korban, Nur, menyebutkan, korban belum memiliki pekerjaan tetap. Namun, rencananya akan bekerja di kawasan tempat karaoke GBL. 

"Lha beberapa hari lalu, kalau enggak salah itu, dia berkelahi dengan orang di situ. Katanya itu ada anak Mangkang yang karaoke, tapi ribut dengan room depannya, terus dia melerai, tapi kok malah dia yang berkelahi," bebernya. 

Perkelahian sebelumnya ini juga terekam kamera CCTV. Penggalan rekaman yang diperoleh Jawa Pos Radar Semarang, terlihat korban bersama enam rekannya duduk dan ngobrol di sebuah ruangan. Kemudian, ada segerombolan orang mendatangi perkumpulan korban.

Gerombolan ini, terlihat menyerang rekan korban, dan ada dua orang yang membawa senjata tajam jenis parang. Korban melerai. Kemudian gerombolan dan perkumpulan korban beranjak, namun tak tersorot kamera CCTV. 

"Pas itu kan dia (korban) kena tiga bacokan, punggungnya. Katanya sudah selesai. Apakah orang-orang itu ada kaitannya dengan kejadian yang ini, kita belum tahu," jelasnya. (mha/ton) 

 

 

 

Editor : Baskoro Septiadi
#tewas dibacok saat karaoke di gbl #Pembunuhan semarang #KRIMINALITAS