Berita Semarang Raya Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Event Foto

Hari Kedua dan Ketiga Kepulangan, Jemaah Haji Masih Menyisakan Beragam Botolan Air Zam Zam

Ida Nor Layla • Rabu, 5 Juli 2023 | 22:30 WIB
DIBERSIHKAN PETUGAS : Barang bawaan jemaah haji yang tak bisa dibawa masuk ke pesawat akhirnya ditinggal di paviliun Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi.
DIBERSIHKAN PETUGAS : Barang bawaan jemaah haji yang tak bisa dibawa masuk ke pesawat akhirnya ditinggal di paviliun Bandara King Abdul Azis Jeddah Arab Saudi.

 

 

RADARSEMARANG.ID, JEDDAH-Kepulangan Jemaah haji hari kedua Selasa (4/7/2023) dan hari ketiga Rabu (5 Juli 2023) masih diwarnai pembongkaran tas tenteng dan koper kabin. Kali ini lebih banyak menyisakan botol-botol kecil berisi air zam zam.

Bahkan air zam zam tersebut sudah dikemas ke dalam botol-botol kecil yang dilakban warna coklat, ada juga yang dimasukkan ke dalam derijen, termos, bahkan ada juga air zam zam yang sudah kardusan.

Kemudian makanan, umumnya nasi pembagian maktab, buah-buahan, jus, kue-kue, bahkan ada juga ayam Albaik. Selain itu pakaian, ada pakaian-pakaian lama yang dipakai sehari-hari, kain ihram, buku-buku manasik dan Alquran pembagian petugas. Termasuk mainan anak-anak dengan ukuran agak besar, yang sedianya untuk oleh-oleh di tanah air.

Terutama dari Jemaah haji embarkasi Solo-Yogyakarta kelompok terbang (kloter) SOC 04 dan embarkasi Ujungpandang kloter UPG 02. “Memang masih banyak barang-barang yang ditinggalkan Jemaah haji di Bandara Jeddah. Namun kali ini cenderung barang-barang yang tidak terlalu penting,” kata Kasi Perlindungan Jemaah Haji (Linjam) Daerah Kerja (Daker) Bandara Maskat Ali Jasmun.

Kendati air zam-zam, sedianya dibawa pulang ke tanah air untuk dibagikan ke kerabat dekat. Namun karena terkena sweeping, akhirnya dikeluarkan dan ditinggalkan saat diberikan waktu transit atau istirahat sejenak di paviliuan atau plaza Bandara King Abdul Azis Jeddah.

Air zam zam yang ditinggalkan tersebut kini hanya dikumpulkan petugas Wukallah yang khusus bersih-bersih di Bandara Jeddah. Sedangkan barang yang cenderung penting, dijadikan barang bukti pelaporan oleh Kepala Daker Bandara Haryanto ke Petugas Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. “Kami berharap Jemaah haji mematuhi ketentuan maskapai penerbangan terkait barang bawaan, sejak dari hotel. Harapannya, agar begitu sampai di Bandara Jeddah, tak lagi direpotkan dengan membongkar koper,” katanya.

Apalagi tak semua kelompok terbang (kloter) Jemaah haji mendapatkan kesempatan transit di paviliuan. Jika paviliuan Bandara Jeddah penuh, maka Jemaah haji begitu turun dari bus yang mereka tumpangi dari Makkah, langsung didorong ke dalam Terminal Haji dan melakukan basmah atau cap jari ke Imigrasi Arab Saudi. 

“Karena padatnya jadwal penerbangan hari ini, semua pavilion padat, sehingga Jemaah haji langsung didorong ke dalam gate Terminal Haji untuk basmah,” imbuh Maskat.

Demikian halnya dengan Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi sebelumnya sudah mengingatkan Jemaah haji untuk tidak membawa barang bawaan berlebih sejak dari hotel. Terutama yang masih menunggu jadwal kepulangan. Hingga kini masih banyak jemaah haji yang kurang mematuhi aturan barang bawaan.

Dia pun mengimbau kepada jemaah haji yang akan pulang, agar membawa barang bawaan sesuai ketentuan. Koper besar maksimal 32 kg, jangan ada air zam zam. Karena saat proses pemeriksaan di mesin XRay akan dilakukan pemeriksaan ulang. Bahkan di gudang Saudia Airlines itu banyak koper besar yang isinya air zam-zam.

“Pembongkaran kopor itu, mekanismenya jemaah haji dipanggil dan diminta untuk mengeluarkan air zam-zam Jemaah haji. Makanya kami minta Jemaah haji agar menaati barang bawaan sesuai ketentuan,” tandasnya. (ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Barang bawaan jamaah yang dilarang #HajiRamahLansia #MCH2023 #air zam zam #HajiIndonesia2023 #HajiIndonesiaMabrur #Haji2023