RADARSEMARANG.ID, JEDDAH-Jemaah haji dari embarkasi Jakarta Bekasi pada kelompok terbang (Kloter) JKS 01 pulang penuh suka cita, tanpa diselipi duka mendalam. Meski wafat dan umur panjang itu bagian dari takdir Allah SWT. Kloter JKS 01 ini berangkat bersama 400 jemaah, pulang pun tetap dengan 400 jemaah haji.
“Kami membawa jemaah 400 orang, Alhamdulillah kami juga kembali dengan 400 orang,” kata dokter kloter JKS 01 dr Euis Anisa yang didampingi petugas Kesehatan Roni Pandiaksa saat transit di Paviliun Bandara King Abdul Azis Jeddah semalam Senin 3 Juli 2023 pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS).
Kendati dalam satu kloter tersebut jumlah Jemaah haji lanjut usia atau umur di atas 60 tahun sebanyak 311 jemaah haji. “Memang satu kloter ini lebih banyak lansianya yang umur di atas 60 tahun,” kata dokter yang kresehariannya bekerja di Puskesmas Cimaragas Kabupaten Garut ini.
Kloter JKS 01 merupakan Jemaah haji dari Kabupaten Garut Jawa Barat. Meski jumlah lansianya 75 persen lebih, namun tim kesehatan sudah mengidentifikasi dini 50 persen Jemaah haji yang kondisinya berisiko tinggi (risti).
Tips menjaga Jemaah haji tetap sehat, dr Euis menjelaskan, pihaknya rutin melakukan visitasi dan deteksi dini. Jika ada keluhan baik itu datangnya dari jemaah langsung maupun dari ketua regu (Karu) maupun ketua rombongan (Karom), pihaknya berusaha cepat menanganinya. “Jangan sampai terjadi kondisi memburuk baru kami bertindak. Karena di kloter kami ada 311 lansia dari 400 jemaah,” katanya.
Terkait 50 jemaah haji yang risti, dr Euis terus melakukan Tindakan promotive dan preventif. Selain itu, mengupayakan aktivitas ibadah Jemaah selalu disesuaikan dengan kondisi kesehatan badannya. Karena tiap jemaah berbeda-beda.
“Karena tim kesehatan kami terbatas, kami juga memberdayakan teman-temannya satu kamar untuk saling mengingatkan dan saling menjaga. Sebab, kadang-kadang lansia kalau sakit tidak mau bilang. Jadi lebih ke yang mengawasinya,” tuturnya.
Terkait Jemaah haji yang demensia, diakuinya ada empat Jemaah. Namun Jemaah haji tersebut ada yang berhaji bareng pasangan, ada yang didampingi saudara. “Alhamdulilah semua terkontrol. Mudah-mudahan ini aman sampai tanha air,” harapnya.
Lain halnya dengan kloter JKS 2 dari Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Dari 481 jemaah haji dari Kabupaten Cianjur, wafat dua orang dan satu masih tertinggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) sejak di Madinah.
“Seorang nenek sejak seminggu sampai di Kota Madinah mengalami penyumbatan usus sehingga harus menjalani operasi di RSAS. Untuk hajinya akhirnya dibadalhajikan, karena belum sempat ke Makkah. Kini rombongan kloternya sudah kembali ke tanah air,” kata salah satu perawat kloter JKS 2 Yusti Pasari, 41 yang didampingi Nanang Rustandi.
Terkait kepulangan Jemaah haji yang masih menjalani perawatan di RSAS tersebut, pihaknya sudah menyerahkan kepulangannya kepada KKHI dan PPIH Arab Saudi. “Kami sekarang pulang Bersama 478 jemaah haji. Sebetulnya 477 jemaah haji, namun ada tanazul atau Jemaah haji dari kloter lain yang dititipkan di JKS 02,” katanya.
Diakuinya dalam merawat lansia memang butuh kesabaran ekdstra. Tapi itu nikmat baginya. “Kita harus pandai-pandai membujuk. Menghadapi lansia itu lebih ke psikologisnya. Ada yang ketika di rumah apa apa dilayani keluarganya, di sini semua harus dilakukan sendiri. Kondisi tersebut kerap menyebabkan lansuia jadi stress. Kalau sudah seperti ini, kami biasanya mengajak ngobrol dan meneleponkan keluarganya di tanah air,” katanya.
Para jemaah haji ini akan menunggu jadwal penerbangan pertama dengan waktu tempuh sekitar 8-9 jam sampai di tanah air. Diperkirakan mendarat di Bandara Soekarno Hatta pada dini hari Waktu Indonesia Barat (WIB) tanggal 4 Juli 2023. (ida)
Editor : Ida Nor Layla